Kekalahan Coco Gauff di Doha dan Tantangan Mental yang Dihadapinya
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 8 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Coco Gauff, petenis peringkat keempat dunia, mengakui bahwa ia belum menunjukkan performa terbaiknya dalam beberapa pertandingan terakhir. Meskipun begitu, ia tetap optimis dan berkomitmen untuk memperbaiki diri sebelum tampil di turnamen berikutnya.
Gauff mengalami kekalahan kedua berturut-turut setelah mencapai perempat final Australian Open. Pada pertandingan terbaru di Qatar TotalEnergies Open, ia kalah dari Elisabetta Cocciaretto dengan skor 6-4 dan 6-2. Meski kalah, Gauff tetap menjaga semangat dan berusaha mencari solusi untuk meningkatkan performanya di lapangan.
“I just feel like I haven’t showed up with my best level the last few matches,” ujarnya dalam wawancara pasca-pertandingan. “I’m just looking to find that again.”
Performa Gauff di awal musim 2026 cukup mengesankan, termasuk saat mengalahkan Iga Swiatek di United Cup Januari lalu. Namun, ia mengalami kekalahan mengejutkan di Melbourne melawan Elina Svitolina. Setelah itu, ia juga kalah dalam pertandingan ganda bersama Victoria Mboko, dan tampaknya tidak dalam kondisi optimal saat melawan Cocciaretto.
Gauff mengungkapkan bahwa latihan yang dilakukannya tidak selalu berdampak positif pada pertandingan. “Saya punya latihan yang bagus, tapi tidak bisa diterapkan dalam pertandingan. Ini sangat frustrasi,” katanya.
Pertandingan melawan Cocciaretto menjadi kesempatan bagi petenis asal Italia ini untuk meraih kemenangan ketiga dalam karier melawan pemain peringkat 10 besar. Ini juga merupakan kemenangan pertamanya atas Gauff sejak mereka bermain di tingkat junior pada 2018.
“Saya mencoba lebih agresif, tapi saya membuat banyak kesalahan tak terpaksa,” kata Gauff. “Ketika saya mencoba lebih pasif dan bermain dengan bentuk yang lebih baik, dia mengambil bola lebih awal dan menghancurkannya. Saya harus belajar bagaimana menghadapi pemain seperti dia.”
Meski mengalami kekalahan, Gauff tetap melihat sisi positif dari pertandingannya. Ia mengapresiasi peningkatan servisnya, yang hanya memiliki tiga double fault dalam pertandingan tersebut. “Saya merasa puas dengan servis saya hari ini, sama seperti di Australia,” tambahnya.
Gauff mengakui bahwa ia mengalami blok mental dalam menerapkan latihan yang baik ke dalam pertandingan. “Secara fisik, saya tahu saya bisa melakukannya, dan saya bisa melakukannya ketika tidak ada tekanan. Tapi saya perlu menemukan cara untuk melakukannya ketika ada tekanan.”
Setelah Doha, Gauff akan melanjutkan perjalanan ke Dubai Duty Free Tennis Championships, tempat ia mencapai semifinal pada 2023.
Tantangan Performa dan Upaya Perbaikan
Gauff mengakui bahwa ia sedang menghadapi tantangan dalam mengubah latihan menjadi hasil nyata di lapangan. Ia menyadari bahwa ia perlu memahami cara menghadapi lawan-lawan yang bermain agresif dan mengambil bola lebih awal. Hal ini menjadi fokus utamanya dalam latihan selanjutnya.
Ia juga menyadari bahwa ia perlu membangun kembali kepercayaan diri dalam situasi yang penuh tekanan. Meski kalah dalam dua pertandingan terakhir, Gauff tetap percaya bahwa ia mampu bangkit dan menunjukkan performa terbaiknya di turnamen berikutnya.
Persiapan untuk Turnamen Berikutnya
Setelah Doha, Gauff akan menghadapi Dubai Duty Free Tennis Championships. Turnamen ini menjadi peluang bagus baginya untuk kembali menunjukkan performa yang konsisten. Ia telah mencapai semifinal di sana pada 2023, dan kini ingin memperbaiki hasilnya.
Dengan pengalaman dan latihan yang telah dilakukan, Gauff yakin bahwa ia dapat mengatasi masalah yang dihadapinya dan kembali menjadi salah satu pemain terkuat di dunia tenis. ***

>
>
>
Saat ini belum ada komentar