Kaori Sakamoto Menghadapi Ketakutan, Tampil Memukau di Program Pendek Olimpiade Terakhirnya
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kaori Sakamoto, atlet seluncur es putri asal Jepang, menorehkan momen penting dalam kariernya dengan menempati posisi kedua di program pendek (SP) putri pada Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026. Dengan poin sebesar 77,23, ia menunjukkan kemampuan teknis dan ekspresi yang luar biasa, sekaligus menjadi bagian dari sejarah sebagai atlet Jepang pertama yang tampil di tiga Olimpiade berturut-turut.
Perjalanan Emosional di Olimpiade Terakhir
Penampilan ini menjadi program pendek terakhir Sakamoto di panggung Olimpiade. Ia mengakui bahwa ia sempat menghadapi rasa takut menjelang tampil. Usai latihan resmi, ia menyampaikan perasaannya dengan mata berkaca-kaca, mengungkapkan bahwa emosi yang ia rasakan bukan sekadar gugup atau tertekan, melainkan ketakutan yang mendalam.
Namun, ia mampu mengendalikan diri dan mempersembahkan penampilan yang penuh penghayatan. Program pendek yang ia bawakan berjudul “Time to Say Goodbye”, yang dikoreografikan oleh Benoit Richaud, koreografer Prancis yang telah bekerja sama dengannya sejak masa sekolah menengah.
Kembali Berkolaborasi dengan Benoit Richaud
Setelah sempat berpisah selama empat musim, Sakamoto memilih kembali bekerja sama dengan Richaud. Ia menyebut bahwa kolaborasi ini memberinya perkembangan signifikan dalam hal ekspresi dan kematangan artistik. Ia merasa bahwa kombinasi gaya skatingnya yang dinamis dengan sentuhan artistik Richaud menciptakan kesan lembut namun megah.
Keputusan untuk kembali bekerja sama lahir dari keyakinan pribadi bahwa ia tidak ingin menyesal di akhir kariernya. Sakamoto mengatakan bahwa dukungan Richaud sangat penting bagi dirinya untuk menampilkan jati diri skatingnya di Olimpiade terakhir ini.
Latar Belakang dan Prestasi
Lahir di Kobe pada 9 April 2000, Sakamoto mulai berlatih seluncur es pada usia empat tahun. Ia meraih medali perunggu di Kejuaraan Dunia Junior 2017 sebelum naik ke level senior. Pada Olimpiade PyeongChang 2018, ia finis keenam secara individu. Di Olimpiade Beijing 2022, ia meraih medali perak beregu dan perunggu individu.
Prestasi tersebut menunjukkan bahwa ia adalah salah satu atlet seluncur es putri yang paling kompetitif di dunia. Dengan penampilan di Olimpiade Milan-Cortina 2026, ia menambahkan lagi kisah sukses dalam kariernya.
Penutupan Kariernya yang Penuh Makna
Kesuksesan di Olimpiade Milan-Cortina 2026 tidak hanya menjadi pencapaian olahraga, tetapi juga simbol perjalanan pribadi yang penuh tantangan dan keteguhan. Sakamoto berhasil menghadapi ketakutannya dan menunjukkan bahwa kekuatan mental serta teknik yang matang bisa menghasilkan penampilan yang luar biasa.
Bagi para penggemarnya, penampilan ini akan menjadi kenangan indah yang tak terlupakan. Bagi dirinya sendiri, ini adalah langkah awal menuju akhir kariernya yang penuh makna dan kebanggaan.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar