Jembatan Gantung Desa Prigi: Menghapus Jarak, Menguatkan Asa
- account_circle Teguh Priyono
- calendar_month 58 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Suara gemericik Sungai Pacar mengalun pelan di bawah jembatan gantung yang baru saja rampung dibangun di Desa Prigi, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek. Jembatan sepanjang 38 meter itu tampak kokoh membentang, menjadi penghubung yang selama ini dinantikan warga dari tiga desa yakni Prigi, Margo, dan Karanggandu.
Dengan selesainya pembangunan jembatan ini, akses masyarakat menjadi jauh lebih mudah dan efisien. Warga kini dapat menyeberang dengan lebih cepat untuk keperluan bekerja, bersekolah, berdagang, hingga mengakses layanan kesehatan dan pemerintahan.
Sugeng Rianto, salah satu warga setempat, tak dapat menyembunyikan rasa syukurnya. Ia menceritakan bagaimana sebelumnya warga cukup kesulitan dan memakan waktu dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada bapak Presiden Prabowo atas pembangunan Jembatan Perintis Garuda. Jembatan ini sangat mempermudah akses antar wilayah, karena sebelum ada jembatan, warga harus memutar cukup jauh,” katanya ditemui di lokasi, Jumat (20/2/2026).
Tak hanya para warga, anak-anak sekolah juga terlihat tersenyum dan saling bercanda saat melangkah di atas papan jembatan. Bagi mereka, jembatan ini bukan sekadar infrastruktur, melainkan jalan menuju mimpi yang kini terasa lebih dekat.
Lebih dari itu, jembatan gantung di Desa Prigi juga menghadirkan cerita tersendiri bagi para pelajar. Aura, siswi SMKN 1 Watulimo, mengaku kini perjalanan ke sekolah terasa lebih ringan.
“Terima kasih kepada bapak-bapak TNI yang telah membangun jembatan ini. Sekarang kami dapat lebih mudah, cepat, dan tentunya juga aman untuk pergi ke sekolah,” ujarnya dengan senyum semringah.
Dandim 0806/Trenggalek Letkol Inf Isnanto Roy Saputro menegaskan bahwa jembatan gantung tersebut merupakan jalur vital yang selama ini telah dinantikan warga.
“Jembatan ini menjadi jalur vital bagi warga setempat. Dengan rampungnya pembangunan, akses masyarakat menuju pasar, sekolah, dan fasilitas umum kini lebih mudah,” jelasnya.
Roy berharap, manfaat jembatan tidak akan hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi desa dalam jangka panjang.
Sementara itu, Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto menyebut bahwa jembatan gantung di Desa Prigi merupakan salah satu dari jembatan serupa yang dibangun di wilayahnya.
“Total ada tujuh titik di wilayah kami. Selain di Trenggalek, kami juga membangun Jembatan Perintis Garuda di Ponorogo, Blitar, Ngawi, dan Nganjuk, masing-masing satu titik. Sisanya dua titik berada di Pacitan,” ungkapnya.
Kolonel Untoro mengharapkan, hadirnya Jembatan Perintis Garuda di berbagai wilayah jajarannya akan mampu memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat.
“Ketika akses semakin mudah dan baik, tentu masyarakat akan sangat terbantu dalam mobilitasnya. Baik untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, pertanian, maupun aktivitas lainnya. Dengan demikian, kami berharap hal ini dapat berbanding lurus dengan peningkatan perekonomian dan kesejahteraan warga,” terangnya.(dk/tgh)
- Penulis: Teguh Priyono

>
>
>
