Inisiatif Pemprov Jatim dalam Pengentasan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM –Â Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) terus berupaya mempercepat pengentasan kemiskinan dan mengurangi ketimpangan sosial melalui berbagai program bantuan sosial. Salah satu inisiatif terbaru adalah penyaluran bantuan sosial senilai Rp5,008 miliar di Kabupaten Mojokerto. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa pendekatan lintas sektoral dan spasial berbasis data terpadu menjadi kunci keberhasilan program ini.
“Penyaluran bansos ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mempercepat pengentasan kemiskinan dan mengurangi ketimpangan sosial,” ujar Khofifah. Ia menekankan pentingnya perlindungan sosial yang adaptif, yang harus berjalan bersamaan dengan pemberdayaan masyarakat dan penguatan kemandirian desa.
Rincian Bantuan Sosial yang Disalurkan
Dari total dana sebesar Rp5.008.400.000, berbagai program bantuan sosial telah disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Program Keluarga Harapan (PKH) Plus menjadi salah satu fokus utama dengan alokasi sebesar Rp2.766.000.000 untuk 1.383 keluarga penerima manfaat. Selain itu, bantuan sosial bagi penyandang disabilitas atau Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) diberikan kepada 97 jiwa dengan total Rp349.200.000.
Bantuan Kartu Indonesia Pintar Program Penanganan Kemiskinan dan Stunting (KIP PPKS) Jawara juga disalurkan sebesar Rp36.000.000 bagi 12 penerima manfaat. Selain itu, bantuan Permakaman Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Lanjut Usia diberikan kepada 10 orang dengan total Rp45.750.000.
Bantuan Operasional Pendidikan dan Pilar Sosial
Selain bansos reguler, Pemprov Jatim juga menyalurkan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) dan tali asih bagi pilar sosial Jawa Timur. Dana sebesar Rp282.000.000 dialokasikan kepada 137 orang yang terdiri dari sumber daya manusia (SDM) PKH Plus, Pendamping Disabilitas, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dan Taruna Siaga Bencana (Tagana).
Khofifah menyampaikan pesan agar seluruh bantuan dimanfaatkan secara bijak dan optimal untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, memperkuat kemandirian ekonomi, serta menumbuhkan semangat kewirausahaan. “Semoga bermanfaat dan memberi berkah kepada kita semua,” katanya.
Zakat Produktif dan Bantuan Keuangan Desa
Selain bansos reguler, turut disalurkan zakat produktif dari badan usaha milik daerah (BUMD) Provinsi Jawa Timur sebesar Rp25.000.000 kepada 50 penerima manfaat sebagai stimulus penguatan usaha ekonomi masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Pemprov Jatim juga menyerahkan bantuan keuangan pemberdayaan desa melalui sejumlah perangkat daerah. Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Jatim, disalurkan bantuan badan usaha milik desa (BUMDesa) kepada dua desa sebesar Rp200.000.000, bantuan Desa Berdaya kepada dua desa sebesar Rp200.000.000, serta Program Jatim Puspa kepada dua desa senilai Rp349.450.000.
Upaya Membangun Bantalan Sosial dan Ekonomi
Khofifah menegaskan bahwa seluruh ikhtiar tersebut merupakan bagian dari upaya membangun bantalan sosial dan ekonomi yang kokoh bagi masyarakat Jatim. “Pertumbuhan ekonomi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi mereka yang kurang mampu, sehingga secara bertahap mereka dapat mandiri secara ekonomi,” ujarnya.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar