Bupati Banyuwangi Jajaki Becak Listrik, Alternatif Transportasi Ramah Lingkungan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, kembali menunjukkan komitmen terhadap kebijakan ramah lingkungan dengan memilih transportasi umum untuk berangkat kerja. Pada hari Jumat, 13 Februari 2026, ia menggunakan becak listrik sebagai moda transportasi utama. Ini menjadi langkah baru dalam rangka mendorong penggunaan alat transportasi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Perubahan Mode Transportasi
Selama beberapa pekan terakhir, Bupati Ipuk telah rutin menggunakan transportasi umum seperti angkot dan ojek online. Namun, pada kesempatan kali ini, ia memilih becak listrik. Menurutnya, pengalaman naik becak listrik cukup nyaman dan efisien.
“Nyaman juga naik becak listrik ini, tahu-tahu sudah sampai kantor,” ujar Ipuk sambil tersenyum.
Pemilihan becak listrik tidak hanya sekadar gaya hidup, tetapi juga bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengurangi polusi udara dan meningkatkan kualitas lingkungan sekitar. Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan melalui perubahan kecil dalam kehidupan sehari-hari.
Kebijakan Transportasi Umum untuk Seluruh Pegawai
Ipuk menyampaikan bahwa kebijakan menggunakan transportasi umum setiap Jumat berlaku bagi seluruh pegawai pemkab. Tujuannya adalah untuk menciptakan budaya yang lebih responsif terhadap isu lingkungan serta memberdayakan para pengemudi angkutan umum.
“Ini gerakan rutin setiap Jumat dan akan terus berlanjut. Seluruh karyawan pemkab berangkat dan pulang kerja menggunakan transportasi publik, baik angkutan umum maupun ojek online,” kata Ipuk.
Kebijakan ini juga bertujuan untuk meningkatkan pendapatan para pengemudi transportasi umum, sekaligus memperkuat sistem transportasi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Perhatian Terhadap Keselamatan Berkendara
Dalam acara tersebut, Ipuk juga membagikan helm kepada sejumlah pengemudi sebagai bentuk apresiasi atas usaha mereka dalam menjaga keselamatan berkendara. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah tidak hanya fokus pada lingkungan, tetapi juga pada aspek keselamatan pengguna jalan.
Salah satu pengemudi ojek online asal Kecamatan Licin, Ambon, mengungkapkan rasa syukurnya atas program tersebut. Ia merasa senang karena bisa menambah pendapatan sekaligus mendukung program pemerintah daerah.
“Di sini kami bersama dengan transportasi lain mendukung program Pemkab Banyuwangi,” katanya.
Adaptasi dengan Wisatawan Mancanegara
Ambon juga menyampaikan bahwa dampak positif dari pertumbuhan pariwisata Banyuwangi membuat dirinya sering menerima penumpang dari luar negeri. Namun, ia mengakui bahwa adaptasi menjadi tantangan, terutama dalam hal komunikasi.
“Beruntungnya saya bisa bahasa Inggris sedikit-sedikit. Karena tamu yang saya antar itu ada dari Australia dan Selandia Baru,” katanya.
Ia berharap ke depannya akan ada pelatihan atau pendampingan bahasa bagi para pengemudi agar dapat lebih percaya diri dalam melayani wisatawan mancanegara.***

>
>
>
Saat ini belum ada komentar