Warga Terdampak Banjir di Tangerang Mengungsi ke Balai Warga
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Banjir yang terjadi di kawasan Perumahan Pinang Griya, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, mengakibatkan ratusan keluarga terpaksa meninggalkan rumah mereka. Kejadian ini berawal dari tanggul Kali Angke yang jebol, sehingga air meluap dan menggenangi sejumlah permukiman warga.
Menurut data yang diperoleh, sebanyak 550 kepala keluarga (KK) terdampak insiden tersebut. Total jumlah jiwa yang terkena dampak mencapai 1.800 orang. Mereka saat ini sedang mencari tempat aman untuk sementara waktu.
Proses Evakuasi Warga Terjadi Secara Cepat
Salah satu pihak yang terlibat dalam penanganan bencana ini adalah Kapolsek Pinang, Iptu Adityo Wijanarko. Dalam pernyataannya, ia menjelaskan bahwa seluruh warga di sekitar lokasi kejadian telah dievakuasi. Mereka memilih untuk mengungsi ke balai warga atau kerabat terdekat.
“Seluruh warga sudah meninggalkan lokasi kejadian. Mereka mencari tempat tinggal yang lebih aman,” ujar Adityo.
Ia juga menyampaikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Menurut informasi yang didapat, rumah yang terkena dampak banjir adalah rumah kosong yang tidak berpenghuni. Hal ini membantu mengurangi risiko cedera atau kematian akibat banjir.
Penyebab Tanggul Jebol dan Pemicu Banjir
Kejadian ini terjadi pada pukul 05.30 WIB, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut semalaman. Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air meningkat drastis, sehingga tanggul yang berada di dekat rumah-rumah warga tidak mampu menahan tekanan air.
Adityo menjelaskan bahwa jarak antara rumah dan tanggul cukup dekat. Kehadiran ruang kosong di sekitar tanggul membuat air mudah masuk ke dalam permukiman. “Karena ada ruang kosong, air bisa masuk ke rumah,” katanya.
Upaya Pemerintah dan Masyarakat dalam Penanganan Bencana
Meski situasi terlihat memprihatinkan, masyarakat dan pihak berwenang tampak bekerja sama untuk menangani dampak banjir. Selain proses evakuasi, pihak kelurahan juga melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk memberikan bantuan logistik dan medis.
Beberapa warga yang mengungsi mengungkapkan rasa khawatir terhadap kondisi lingkungan mereka. Namun, mereka tetap bersyukur karena tidak ada korban jiwa dan semua penghuni rumah berhasil dievakuasi.
Peringatan untuk Masyarakat dan Pemangku Kepentingan
Bencana ini menjadi peringatan bagi masyarakat dan pemerintah setempat untuk lebih waspada terhadap ancaman banjir. Khususnya di daerah-daerah yang berdekatan dengan sungai atau aliran air.
Pengamat lingkungan mengingatkan pentingnya pemeliharaan infrastruktur seperti tanggul dan saluran air. Jika tidak dilakukan secara berkala, risiko banjir akan semakin besar, terutama ketika curah hujan tinggi.

>

Saat ini belum ada komentar