Penempelan Stiker untuk Memastikan Akurasi Data Kemiskinan di Wilayah Migas Blok Cepu
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, telah melakukan penempelan stiker pada rumah-rumah keluarga miskin dan pra-sejahtera di 12 desa yang berada di sekitar wilayah kerja pertambangan (WKP) Migas Blok Cepu. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperbaiki akurasi data kemiskinan agar bantuan sosial dapat disalurkan secara tepat sasaran.
Sebanyak 678 keluarga tercatat sebagai penerima manfaat dalam kegiatan ini. Data tersebut tersebar di 12 desa, antara lain Desa Begadon dengan 50 keluarga, Beged dengan 49 keluarga, Bonorejo dengan 31 keluarga, serta desa-desa lainnya seperti Brabowan, Cengungklung, Gayam, Katur, Manukan, Mojodelik, Ngraho, Ringintunggal, dan Sudu. Setiap desa memiliki jumlah keluarga penerima bantuan yang berbeda-beda.
Camat Gayam, Palupi Hadi Ratih Dewanti, menjelaskan bahwa tujuan utama dari penempelan stiker adalah untuk memastikan validitas data. Ia menekankan bahwa transparansi dan akurasi data menjadi kunci utama dalam perencanaan program penanggulangan kemiskinan. Dengan adanya stiker, masyarakat juga bisa ikut serta mengawasi dan memberikan masukan jika ditemukan ketidaksesuaian antara data dan kondisi nyata di lapangan.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait agar data sosial selalu terupdate,” ujar Palupi. Ia juga menyebutkan bahwa proses penempelan stiker dilakukan secara door to door, sehingga setiap rumah penerima manfaat mendapat perhatian khusus.
Selain itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, Agus Susetyo, menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan akurasi data penyaluran bantuan. Stiker yang dipasang mencantumkan informasi kategori keluarga miskin dan jenis bantuan yang diterima, baik dari program daerah maupun nasional.
Dalam rangka pemutakhiran data, pemerintah juga sedang mempersiapkan sistem DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional). DTSEN merupakan basis data terintegrasi yang menggabungkan berbagai sumber data penting seperti DTKS, Regsosek, dan P3KE. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa data kemiskinan selalu akurat dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan.
Langkah ini diharapkan mampu menyisir keluarga miskin yang berdaya dan membantu mereka keluar dari kondisi kemiskinan. Dengan demikian, program prioritas daerah dapat lebih efektif dalam mencapai target penurunan angka kemiskinan di Kecamatan Gayam.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar