EUR/USD: Pelemahan di Timeframe H4 dan Peluang SELL
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pasangan mata uang EUR/USD terus menunjukkan pelemahan pada timeframe H4, yang menjadi perhatian utama bagi para trader. Berdasarkan analisis teknikal menggunakan indikator Ichimoku, harga saat ini berada di bawah area cloud (kumo), menunjukkan dominasi tekanan bearish. Hal ini menandakan bahwa tren penurunan masih berlangsung dan kemungkinan akan terus berlanjut dalam jangka pendek.
Selain itu, garis Tenkan-sen juga berada di bawah Kijun-sen, yang mengonfirmasi sinyal turun. Posisi Chikou Span yang berada di bawah pergerakan harga memperkuat bias teknikal yang negatif. Dengan kondisi ini, peluang untuk melanjutkan tren penurunan masih terbuka selama harga tetap bergerak di bawah kumo.
Level Resistance dan Support Terdekat
Secara teknikal, level resistance terdekat untuk EUR/USD berada di kisaran 1.1740–1.1760. Sementara itu, support terlihat di area 1.1675, dengan support berikutnya di 1.1640. Trader disarankan untuk memantau pergerakan harga di sekitar level-level ini. Jika harga berhasil bertahan di bawah kumo, maka peluang untuk melanjutkan tren turun tetap terbuka.
Dalam situasi seperti ini, banyak trader memilih untuk menunggu pullback ke area resistance sebelum mencari peluang sell. Target yang umum dituju adalah support yang lebih rendah, yaitu 1.1640. Namun, manajemen risiko tetap menjadi prioritas utama untuk menghindari kerugian yang tidak terduga.
Pengaruh Fundamental terhadap Pergerakan EUR/USD
Pergerakan EUR/USD juga dipengaruhi oleh dinamika kebijakan moneter dari Federal Reserve (The Fed) dan European Central Bank (ECB). Sejumlah analis global mencatat bahwa prospek ekonomi AS dan Eropa masih menghadapi ketidakpastian, sehingga pelaku pasar cenderung berhati-hati dalam mengambil posisi.
Reuters melaporkan bahwa ECB fokus menjaga stabilitas inflasi di tengah perlambatan ekonomi kawasan euro. Sementara itu, The Fed sedang memantau data inflasi dan pasar tenaga kerja untuk menentukan arah kebijakan suku bunga berikutnya. Kombinasi antara sinyal teknikal yang bearish dan ketidakpastian fundamental membuat EUR/USD berpotensi melanjutkan pelemahannya dalam jangka pendek.
Faktor yang Bisa Memicu Volatilitas
Meskipun saat ini tren penurunan terlihat jelas, pelaku pasar tetap disarankan untuk memperhatikan rilis data ekonomi penting seperti inflasi dan kebijakan suku bunga bank sentral. Faktor-faktor ini sering menjadi pemicu volatilitas signifikan di pasar valuta asing.
Data inflasi, misalnya, bisa memengaruhi persepsi pasar terhadap kebijakan moneter masing-masing negara. Sementara itu, kebijakan suku bunga bank sentral dapat memengaruhi arus modal dan permintaan terhadap mata uang tertentu.
Dengan kondisi saat ini, EUR/USD masih menyimpan peluang SELL selama harga bertahan di bawah area resistance kunci. Namun, trader harus tetap waspada terhadap perubahan-perubahan mendadak yang bisa terjadi akibat rilis data atau pernyataan dari otoritas moneter.
Analisis teknikal dan fundamental saling melengkapi dalam memprediksi pergerakan pasangan mata uang ini. Meski saat ini tren penurunan terlihat kuat, keputusan trading tetap harus didasarkan pada pengelolaan risiko yang baik dan pemantauan terhadap faktor-faktor eksternal.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar