Performa Ofensif Manchester United yang Mengesankan, Tapi Pertahanan Masih Menjadi Kekhawatiran
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Selasa, 16 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Manchester United (MU) menunjukkan kekuatan ofensif yang luar biasa di Liga Inggris musim ini. Dalam 16 pertandingan, mereka telah mencetak total 30 gol, angka yang setara dengan tim pemuncak klasemen, Arsenal, dan hanya kalah dari Manchester City. Namun, performa bertahan yang tidak stabil menjadi penghalang utama bagi Setan Merah dalam upaya menembus zona empat besar.
Pertandingan melawan Bournemouth pada Selasa (16/12/2025) WIB menjadi kesempatan berharga bagi MU untuk mendekati empat besar. Jika meraih tiga poin, anak asuhan Ruben Amorim bisa menyamai perolehan poin Chelsea yang berada di posisi keempat. Meski memiliki peluang untuk menutup selisih gol, ambisi tersebut gagal terwujud karena ketidakstabilan pertahanan.
MU berhasil mencetak empat gol dalam pertandingan ini, sebuah rekor yang terjadi kali kedua sepanjang musim. Gol-gol itu dicetak oleh Amad Diallo, Casemiro, Bruno Fernandes, dan Matheus Cunha. Namun, performa defensif yang buruk membuat MU kebobolan empat gol, meskipun Bournemouth hanya menghasilkan 14 tembakan dengan 1,94 xG.
Serangan yang Mengesankan, Tapi Pertahanan yang Tidak Stabil
Dari segi serangan, MU adalah salah satu tim terbaik di Liga Inggris. Mereka memiliki jumlah peluang besar terbanyak, yaitu 46 peluang, hanya kalah dari City (51) dan Arsenal (47). Rata-rata mereka menghasilkan 5,7 tembakan tepat sasaran per pertandingan, lebih baik dari City (5,4) dan Arsenal (5,1).
MU juga berada di posisi kedua dalam hal xG (expected goals), dengan total 30,8 xG dalam 16 laga. Angka ini hanya sedikit tertinggal dari City yang memiliki xG tertinggi, yaitu 30,9. Arsenal menghasilkan 27,3 xG. Meski demikian, MU masih belum mampu memaksimalkan peluang tersebut secara optimal.
Di sisi lain, pertahanan MU menjadi sorotan utama. Mereka mengumpulkan 22 xGA (expected goals against) dalam 16 pertandingan, menjadikan mereka salah satu tim dengan pertahanan terburuk di Liga Inggris. Dalam jumlah gol yang sebenarnya, MU sudah kebobolan 26 gol, yang menempatkan mereka di posisi ke-16 dalam daftar pertahanan terbaik.
Kondisi Tim yang Masih Timpang
Performa pertahanan MU akan semakin diuji dalam beberapa pekan mendatang. Pada akhir Desember hingga awal tahun depan, mereka akan menghadapi Aston Villa dan Newcastle United. Lalu, pada Januari 2026, MU akan bertemu Manchester City dan Arsenal.
Masalah utama adalah komposisi skuad yang masih timpang. Harry Maguire dan Matthijs de Ligt diprediksi baru bisa kembali setelah Boxing Day. Sementara Noussair Mazraoui dan Amad Diallo akan membela negara masing-masing di Piala Afrika 2025, yang berlangsung dari 21 Desember 2025 hingga 18 Januari 2026.
Tanggapan Pelatih dan Komentar Manajer Lawan
Manajer MU, Ruben Amorim, mengakui bahwa pertandingan melawan Bournemouth berjalan cukup menarik. Ia menyebut bahwa timnya tampil baik di babak pertama, tetapi kehilangan fokus di awal babak kedua. “Kami kehilangan konsentrasi dan mereka mencetak dua gol,” ujarnya kepada Sky Sports.
Sementara itu, manajer Bournemouth, Andoni Iraola, mengakui bahwa timnya memiliki efektivitas serangan yang baik, tetapi masih lemah dalam mengantisipasi peluang lawan. “Kami membiarkan gol kedua yang mudah dari sepak pojok. Itu sangat menyakitkan karena kami tengah memiliki momentum,” katanya.
Prediksi dan Harapan untuk Masa Depan
Meski memiliki lini serangan yang kuat, MU masih harus memperbaiki pertahanan jika ingin bersaing di papan atas. Dengan rekor ofensif yang mengesankan, tim asal Manchester ini memiliki potensi besar untuk menembus zona empat besar. Namun, peningkatan konsistensi dan stabilitas pertahanan akan menjadi kunci utama dalam upaya tersebut. ***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar