Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SERBA-SERBI » Orang Berhati-hati Saat Kecil Cenderung Punya 9 Kebiasaan Ini Saat Dewasa, Menurut Psikologi

Orang Berhati-hati Saat Kecil Cenderung Punya 9 Kebiasaan Ini Saat Dewasa, Menurut Psikologi

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Di tengah perjalanan kehidupan, ada orang-orang yang sejak kecil terbiasa menghitung sebelum bergerak, mempertimbangkan sebelum membuat keputusan, dan mengamati sebelum merespons.

Mereka tidak takut—hanya saja mereka terbiasa berhati-hati.

Pola pengasuhan, pengalaman masa kecil, serta lingkungan sosial membentuk sikap waspada tersebut, yang kemudian menjadi kuat hingga dewasa.

Berdasarkan psikologi perkembangan, pola perilaku yang konsisten ini sering kali mencerminkan proses internalisasi mekanisme bertahan hidup yang dahulu diperlukan.

Saat menjadi dewasa, sikap waspada tersebut bukan hanya sifat mereka, tetapi menjadi cara pandang mereka terhadap dunia.

Dikutip dari Expert Editor pada hari Minggu (8/12), terdapat sembilan pola perilaku yang sering muncul pada seseorang yang berkembang dengan sikap waspada.

1. Mereka selalu mengevaluasi kondisi sebelum mengambil tindakan.

Orang yang waspada biasanya memiliki cara berpikir yang kompleks.

Sebelum mengambil keputusan, mereka bertanya pada diri sendiri: Apakah hal itu aman? Apakah logis? Apakah ada pilihan lain?

Dalam bidang psikologi, istilah ini dikenal sebagai keterlibatan kognitif—kecenderungan untuk mengevaluasi informasi secara lebih mendalam guna mengurangi kemungkinan risiko yang tidak perlu.

2. Mereka Kesulitan Mempercayai Seseorang yang Baru Dikenal

Bukan berarti mereka sinis.

Hanya saja, mereka telah belajar sejak kecil bahwa kepercayaan adalah sesuatu yang perlu dibentuk, bukan diberikan begitu saja.

Kewaspadaan sosial semacam ini sering dikaitkan dengan gaya keterikatan tertentu, terutama yang berkembang dari pengalaman pengasuhan yang tidak sepenuhnya stabil.

3. Mereka Lebih Memilih Mengamati Daripada Menjadi Fokus Perhatian

Saat memasuki ruangan baru, mereka biasanya mengamati dinamika terlebih dahulu.

Siapa yang menjadi pemimpin, siapa yang bersikap diam, siapa yang memengaruhi suasana.

Ini merupakan ciri dari seseorang yang memiliki tingkat pengawasan diri yang tinggi, yang cenderung menjaga posisinya dengan aman dalam situasi sosial.

4. Mereka Menolak Terburu-buru dalam Mengambil Keputusan

Keputusan yang diambil secara spontan menyebabkan ketidaknyamanan bagi mereka.

Mereka memerlukan waktu untuk merenung, mengevaluasi pilihan, serta mengkaji kemungkinan risiko.

Di bidang psikologi, hal ini berkaitan dengan rendahnya impulsivitas, yang umumnya terbentuk dari pengalaman masa kecil yang mengajarkan arti pentingnya berhati-hati.

5. Mereka Sering Membuat Rencana Cadangan (Plan B, C, bahkan D)

Karena terbiasa mengantisipasi hal-hal yang tidak menyenangkan, mereka jarang merasa tenang hanya dengan mengandalkan satu strategi.

Ini sangat berkaitan dengan orientasi pencegahan, yakni kecenderungan untuk mengurangi ancaman dibandingkan memburu kesempatan.

6. Mereka Cenderung Merasa Tidak Nyaman Ketika Menghadapi Keadaan yang Tidak Terduga

Orang yang berkembang dengan hati-hati biasanya memiliki keinginan kuat akan prediktabilitas.

Ketika sesuatu terjadi di luar perkiraan, mereka mungkin merasa cemas atau kewalahan.

Ini bukan kelemahan—hanya cara untuk bertahan hidup yang dulu diperlukan.

7. Mereka Lebih Peka terhadap Tanda-tanda Bahaya

Mereka mungkin lebih cepat mengenali perubahan nada suara orang lain, gerakan yang tidak biasa, atau kemungkinan konflik kecil.

Dalam psikologi, sensitivitas ini dikenal sebagai deteksi ancaman, kemampuan yang terlatih melalui pengalaman masa kecil yang memaksa mereka untuk selalu waspada.

8. Mereka Sering Tampak Sangat Perfeksionis

Kesempurnaan tidak selalu berkaitan dengan keinginan untuk sempurna, melainkan sering kali terkait dengan keinginan untuk menghindari kesalahan.

Kesalahan dianggap sebagai hal yang dapat menimbulkan kendala, sehingga mereka termotivasi untuk memastikan segala sesuatu berjalan dengan baik sejak awal.

9. Mereka Menghindari Pertemuan Langsung

Orang yang waspada cenderung memilih jalan yang terhindar dari risiko dalam perdebatan.

Mereka lebih memilih berbicara dengan tenang, menunggu momen yang tepat, atau menyelesaikan konflik secara halus.

Dalam psikologi hubungan antar pribadi, hal ini dikenal sebagai penghindaran konflik, yang umumnya muncul dari pengalaman masa kecil dalam lingkungan emosional yang rentan atau tidak stabil.

Kesimpulan: Kehati-hatian Merupakan Bentuk Kebijaksanaan yang Muncul dari Pengalaman Masa Lalu

Seseorang yang berkembang dengan sikap waspada bukan berarti lemah atau kurang percaya diri.

Mereka hanya mengikuti pola yang terbentuk dari pengalaman hidup yang menyampaikan bahwa keamanan, kestabilan, dan keberlanjutan adalah hal utama.

Saat menjadi dewasa, sembilan sikap ini muncul sebagai bentuk penyesuaian—cara untuk memastikan mereka tetap aman, mampu membuat keputusan yang bijaksana, dan tetap tenang dalam menghadapi dunia yang penuh ketidakpastian.

Pada akhirnya, kehati-hatian merupakan bentuk kebijaksanaan.

Dan bagi banyak orang, hal itu merupakan kekuatan tersembunyi yang menjaganya sepanjang perjalanan kehidupan. ***

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Magetan Sholat Ghoib dan Donasi Kemanusiaan untuk Korban Bencana Aceh Sumatera

    Polres Magetan Sholat Ghoib dan Donasi Kemanusiaan untuk Korban Bencana Aceh Sumatera

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 53
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Wujud kepedulian terhadap sesama, Polres Magetan Polda Jatim menggelar Sholat Ghoib dan doa bersama untuk para korban bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (3/12/2025) di Masjid Shiratal Mustaqim Polres Magetan Polda Jatim dipimpin langsung oleh Kapolres Magetan AKBP Raden […]

  • Menkum sebut disusun 63 tahun, KUHP baru resmi gantikan warisan hukum kolonial Belanda

    Menkum sebut disusun 63 tahun, KUHP baru resmi gantikan warisan hukum kolonial Belanda

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 33
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Jakarta – Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menyebutkan bahwa pemerintah bersama DPR RI telah melalui tahapan yang sangat panjang dalam menyusun Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru guna menghilangkan warisan hukum kolonial Belanda. Proses dimulai sejak tahun 1963, sehingga jika dihitung sampai masa berlaku KUHP pada Januari 2026 ini, memakan waktu selama 63 tahun. […]

  • SIPA 2025 Akhiri Perayaan Seni Tiga Hari dengan Pertunjukan Spektakuler

    SIPA 2025 Akhiri Perayaan Seni Tiga Hari dengan Pertunjukan Spektakuler

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle Arie Khauripan
    • visibility 148
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Solo International Performing Arts (SIPA) 2025 resmi menutup rangkaian festival tiga hari dengan gemilang di Pamedan Pura Mangkunegaran pada hari ketiga, Sabtu (06/09/2025). Acara ini sukses menarik ribuan penonton untuk menyaksikan perhelatanseni bertaraf internasional ini dari hari pertama hingga penutupan yang meriah di hari ketiga yang dihadiri oleh Putra Putri Solo 2025, Mas […]

  • Hector Souto ,Timnas Futsal Indonesia, AFC 2026

    Hector Souto Persiapan Timnas Futsal Indonesia di Piala AFC 2026

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 12
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Tim Nasional (Timnas) Futsal Indonesia mempersiapkan diri menghadapi Piala Asia Futsal 2026, yang akan digelar pada 27 Januari hingga 7 Februari 2026. Sebagai tuan rumah, Indonesia akan bertanding di Grup A bersama Irak, Kirgistan, dan Korea Selatan. Meski memiliki keuntungan sebagai tuan rumah, pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, menyatakan bahwa semua lawan […]

  • Targetkan Emas Di Porprov Jatim 2025, Tim Sepak Bola Surabaya Gelar Seleksi Siapkan 22 Pemain Terbaik

    Targetkan Emas Di Porprov Jatim 2025, Tim Sepak Bola Surabaya Gelar Seleksi Siapkan 22 Pemain Terbaik

    • calendar_month Jumat, 24 Jan 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 415
    • 0Komentar

    Persiapan Tim Sepak Bola Kota Surabaya untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) semakin matang.

  • Teddy Bocorkan Pembicaraan Prabowo dengan Bloomberg di Istana

    Teddy Bocorkan Pembicaraan Prabowo dengan Bloomberg di Istana

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 65
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM — Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan bahwa Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan Michael Bloomberg bersama rombongan di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (18/11/2025). Dilaporkan melalui unggahan di akun Instagram resmi @sekretariat.kabinet, pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari diskusi Presiden Prabowo dengan Bloomberg saat kunjungan sebelumnya di New York pada bulan September. Diunggahannya […]

expand_less