Ketika Napoleon Bonaparte Menjadi Kaisar Perancis dan Menguasai Eropa
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Jumat, 26 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM –Napoleon Bonaparte dinobatkan sebagai Kaisar Perancis pada 2 Desember 1804 di Katedral Notre Dame Paris. Penobatan itu sekaligus menandai berdirinya Kekaisaran Perancis Pertama.
Napoleon ketika menjadi Kaisar Perancis menguasai benua Eropa sejak 1803 hingga 1815.
Setelah merebut kekuasaan politik di Perancis dalam kudeta 1799, Napoleon Bonaparte menobatkan dirinya sebagai kaisar pada 1804. Menurut History, selama 1803-1815 Perancis terlibat dalam Perang Napoleon yang merupakan serangkaian konflik besar dengan berbagai koalisi negara-negara Eropa.
Pada 1803, sebagai sarana mengumpulkan dana untuk perang selanjutnya, Napoleon menjual wilayah Louisiana milik Perancis di Amerika Utara ke Amerika Serikat yang baru merdeka seharga 15 juta dollar AS. Hasil jual beli itu kemudian dikenal sebagai Pembelian Louisiana.
Pada Oktober 1805, Inggris menghancurkan armada Napoleon di Pertempuran Trafalgar. Namun, pada Desember tahun itu Napoleon Bonaparte mencapai salah satu kemenangan terbesarnya di Pertempuran Austerlitz.
Dalam pertempuran itu, pasukan Napoleon mengalahkan Austria dan Rusia. Kemenangan tersebut mengakibatkan pembubaran Kekaisaran Romawi Suci dan pembentukan Konfederasi Rhine.
Mulai 1806, Napoleon Bonaparte berusaha mengobarkan perang ekonomi skala besar melawan Inggris dengan pembentukan Sistem Kontinental blokade pelabuhan Eropa terhadap perdagangan Inggris. Pada 1807, setelah kekalahan Napoleon dari Rusia di Friedland di Prusia, Alexander I (1777-1825) dipaksa untuk menandatangani penyelesaian damai yaitu Perjanjian Tilsit.
Pada 1809, Perancis mengalahkan Austria di Pertempuran Wagram dan menghasilkan keuntungan lebih lanjut untuk Napoleon Bonaparte. Selama tahun-tahun tersebut, Napoleon Bonaparte mendirikan kembali aristokrasi Perancis dan membagikan gelar bangsawan kepada teman-teman serta keluarganya yang setia, ketika kerajaannya terus berkembang di sebagian besar benua Eropa barat dan tengah.
Setelah invasi Perancis ke Rusia yang berujung bencana pada 1812, Napoleon Bonaparte turun takhta dua tahun kemudian dan diasingkan ke pulau Elba. Tiga tahun kemudian, tepatnya pada 1815, dia sempat kembali berkuasa dalam kampanye Seratus Hari.
Setelah kekalahan telak di Pertempuran Waterloo, Napoleon Bonaparte turun takhta sekali lagi dan diasingkan ke pulau terpencil Saint Helena, lokasi dia meninggal pada usia 51 tahun. Rumah tempat tinggal Napoleon Bonaparte yang disebut Longwood House itu sangat dingin, seram, dan penuh dengan tikus.
Napoleon awalnya dimakamkan di Sane Valley situs pemakaman pilihan keduanya, sampai Perancis diberi izin untuk mengembalikan jenazahnya ke Perancis, 19 tahun setelah kematiannya. Jenazah Napoleon sekarang bersemayam di Les Invalides, Paris, tetapi pengunjung St Helena dapat melihat makamnya yang kosong, tertutup pagar dan dikelilingi banyak bunga dan pinus.
Penyebab kematian Napoleon Bonaparte sampai sekarang masih menjadi perdebatan. Ada spekulasi apakah dia diracuni atau mati karena kebosanan.
Ada juga bukti dari otopsi yang menunjukkan mantan kaisar Perancis yang menguasai benua Eropa pada tahun 1803 sampai 1815 itu menderita bisul, yang mempengaruhi hati serta ususnya. ***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar