Kehamilan yang Diabaikan: Perjuangan Friceilda dalam Menghadapi Tantangan Hidup, Tuding Anrez Putra Adelio Menghindari Tanggung Jawab
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rabu, 24 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Seorang perempuan bernama Friceilda Prillea mengungkapkan pengalaman pahit yang dialaminya selama masa kehamilannya. Dalam unggahan media sosial, ia menyatakan bahwa Anrez Putra Adelio, seorang aktor ternama, dianggap sebagai ayah dari anak yang kini ia kandung. Namun, situasi yang terjadi justru menunjukkan ketidakpedulian dan pengabaian dari pihak laki-laki tersebut.
Awal Hubungan yang Berujung pada Kehamilan
Friceilda dan Anrez Putra Adelio pertama kali bertemu melalui platform TikTok pada Mei 2024. Setelah berkomunikasi secara intens, hubungan mereka berkembang hingga menjalin hubungan romantis pada September tahun yang sama. Namun, komunikasi antara keduanya tiba-tiba terputus, tanpa penjelasan yang jelas.
“Saya telah hamil 8 bulan oleh Anrez Putra Adelio, dan saya menjalani semuanya dari awal dengan kesendirian. Dia meninggalkan saya begitu saja,” ujar Friceilda dalam unggahan TikTok @/apaajaboleh2012.
Janji Pernikahan yang Tidak Terpenuhi
Dalam pengakuannya, Friceilda mengklaim bahwa ia telah memberitahu kehamilannya kepada Anrez pada 9 Juni 2025. Ia juga menyatakan bahwa sang aktor memberikan janji pernikahan secara tertulis. Menurutnya, Anrez berjanji akan menikahinya 21 hari setelah 24 Juni 2025. Namun, janji itu tidak pernah terwujud.
“Di surat pernyataan tertulis dia akan menikahi saya 21 hari setelah 24 Juni 2025. Tapi sampai sekarang dia lepas tanggung jawab,” katanya.
Penolakan untuk Bertemu Keluarga
Friceilda mencoba membangun hubungan dengan keluarga Anrez Putra Adelio untuk mendapatkan dukungan. Namun, upaya tersebut tidak berhasil. Bahkan, keluarganya sendiri ditolak saat ingin datang ke rumah Anrez.
“Sampai saat ini saya meminta bertemu keluarganya, tetapi dia tidak pernah mau. Keluarga saya pun ditolak saat ingin datang ke rumahnya,” paparnya.
Kesendirian dalam Masa Kehamilan
Di usia kehamilannya yang semakin tua, Friceilda mengaku harus terus bekerja tanpa mendapatkan perhatian dari Anrez. Ia menyatakan bahwa dirinya harus menjalani segala sesuatu sendirian, termasuk merawat kondisi kesehatan diri dan calon bayi.
“Saya melakukan semua sendiri. Saya hamil besar pun masih kerja. Dia tidak pernah menanyakan kondisi saya dan bayi ini,” tutupnya.
Perjuangan yang Harus Dihadapi
Perjuangan Friceilda menjadi cerminan dari banyak perempuan yang menghadapi situasi serupa. Kehamilan yang diharapkan menjadi momen bahagia justru berubah menjadi tantangan berat akibat ketidakpedulian pasangan. Dalam kondisi seperti ini, dukungan dari lingkungan sekitar sangat penting untuk membantu perempuan menghadapi tekanan fisik dan emosional. ***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar