Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » DAERAH » Fakta-fakta nenek lansia di Surabaya diusir paksa hingga rumah diratakan, diduga penyerobotan lahan

Fakta-fakta nenek lansia di Surabaya diusir paksa hingga rumah diratakan, diduga penyerobotan lahan

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Kasus dugaan penyerobotan lahan dan pengusiran paksa terhadap seorang lansia terjadi di Surabaya, Jawa Timur.

Seorang nenek berusia 81 tahun, Elina Wijayanti, menjadi korban kekerasan fisik dan pengusiran dari rumah yang telah ditempatinya selama bertahun-tahun.

Peristiwa ini memicu kecaman dari Pemerintah Kota Surabaya dan kini tengah ditangani aparat kepolisian.

Berikut rangkaian fakta-fakta dalam kasus pengusiran paksa nenek Elina di Surabaya.

Nenek Elina Diusir dari Rumah yang Dihuni Sejak 2011

Peristiwa pengusiran terjadi di Dukuh Kuwukan Nomor 27, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep. Rumah tersebut telah dihuni Elina Wijayanti sejak 2011.

Namun pada awal Agustus 2025, rumah itu didatangi sekelompok orang yang mengklaim lahan telah berpindah tangan.

Korban mengaku tidak pernah melakukan transaksi jual beli atas rumah maupun tanah tersebut. Klaim kepemilikan sepihak inilah yang kemudian memicu dugaan penyerobotan lahan.

Kronologi Pengusiran Disertai Kekerasan

Berdasarkan keterangan kuasa hukum dan Pemerintah Kota Surabaya, kelompok yang dipimpin seorang pria bernama Samuel pertama kali mendatangi rumah korban pada 4 Agustus 2025.

Mereka kembali datang pada 6 Agustus 2025 dan langsung memaksa nenek Elina keluar dari rumahnya.

“Orang datang ke rumah nenek tersebut. Terus kemudian setelah itu melakukan pengusiran secara paksa dengan cara nenek tersebut awalnya ditarik terus kemudian diangkat kemudian dikeluarkan dari rumah,” kata kuasa hukum nenek Elina, Wellem Mintarja.

“Yang mengangkat dan menarik ada empat sampai lima orang ya karena si nenek gak mau keluar pada waktu itu di rumahnya,” ujarnya.

Akibat tindakan itu, Elina mengalami luka serius di bagian wajah, bibir, dan lengan.

Rumah Diratakan dengan Alat Berat

Tidak lama setelah pengusiran, rumah nenek Elina diratakan menggunakan alat berat. Seluruh bangunan dihancurkan hingga rata dengan tanah.

Selain itu, semua barang di dalam rumah turut diangkut oleh kelompok tersebut.

Barang-barang yang dibawa termasuk perabot rumah tangga dan dokumen penting, seperti sertifikat tanah serta ijazah milik anggota keluarga korban.

Hingga kini, dokumen-dokumen tersebut belum diketahui keberadaannya.

Tidak Ada Putusan Pengadilan dan Pengawalan Polisi

Kuasa hukum nenek Elina menegaskan bahwa pengosongan dan penghancuran rumah dilakukan tanpa adanya putusan pengadilan.

Proses tersebut juga tidak disertai pengawalan atau pendampingan dari aparat kepolisian.

Hal ini dinilai sebagai pelanggaran hukum karena eksekusi terhadap objek sengketa seharusnya dilakukan berdasarkan keputusan hukum yang sah.

Klaim Pembelian dari Pihak Lain

Samuel mengeklaim telah membeli rumah dan lahan tersebut dari seseorang bernama Elisa, yang disebut sebagai saudara korban dan telah meninggal dunia.

Namun, hingga peristiwa pengusiran terjadi, pihak Samuel tidak dapat menunjukkan sertifikat maupun bukti transaksi jual beli.

Sebaliknya, nenek Elina tetap bersikukuh tidak pernah menjual rumah maupun tanah yang ditempatinya.

Pemkot Surabaya Mengecam Tindakan Brutal

Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, mengecam keras aksi pengusiran dan kekerasan terhadap lansia tersebut.

Ia menilai tindakan tersebut tidak manusiawi, terlebih dilakukan terhadap seorang perempuan lanjut usia yang tinggal seorang diri.

Armuji menegaskan bahwa terlepas dari ada atau tidaknya sengketa lahan, tindakan main hakim sendiri tidak dapat dibenarkan.

“Soal itu rumah bersengketa atau lahan masih bermasalah yang diakui oleh Samuel itu adalah hak miliknya. Nah, tapi yang kita kecam adalah tindakan yang brutal. Tindakan yang mereka melakukan kekerasan terhadap nenek,” kata Armuji dalam program Kompas Petang.

Sorotan terhadap Peran RT dan RW

Pemerintah Kota Surabaya juga menyoroti sikap RT dan RW setempat yang dinilai tidak melakukan upaya pencegahan.

Menurut keterangan Armuji, RT dan RW mengetahui rencana pengosongan rumah, namun tidak ada penghalangan saat pengusiran maupun perobohan rumah berlangsung.

Padahal, proses penghancuran bangunan tidak terjadi dalam waktu singkat dan berlangsung lebih dari satu hari.

“Keterangan dari RT setempat seperti video yang saya unggah ini, Samuel pernah mendatangi RT. Lah kalau pernah mendatangi RT kan saya sempat curiga, loh kamu didatangi RT-nya berarti kamu kenal dan sudah pernah tahu sudah pernah komunikasi katanya minta tanda tangan apa gitu ya katanya RT-nya seperti itu. Tapi kenapa sih nenek seorang diri kok tidak ada pembelaan daripada RT/RW setempat sampai adanya pemerataan bangunan tersebut?” ungkapnya.

Kondisi Korban dan Pendampingan

Pasca-kejadian, nenek Elina untuk sementara tinggal bersama kerabatnya.

Pemerintah Kota Surabaya menyatakan siap membantu apabila korban membutuhkan tempat tinggal atau bantuan sosial lainnya.

Untuk pendampingan hukum, korban telah didampingi oleh kuasa hukum. Pemkot menyatakan akan tetap memberikan dukungan dan berkoordinasi dengan tim hukum yang menangani perkara tersebut.

Kasus Diselidiki Polda Jawa Timur

Saat ini, kasus dugaan penyerobotan lahan dan pengusiran paksa tersebut tengah diselidiki oleh Polda Jawa Timur.

Pemerintah Kota Surabaya menyatakan akan mengawal proses hukum hingga tuntas dan menunggu kejelasan hasil penyelidikan dari kepolisian.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena menyangkut perlindungan terhadap warga lansia serta dugaan praktik kekerasan dan penguasaan lahan secara sepihak. ***

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Emas Antam Hari ini Stabil di Tengah Pergerakan Pasar Global

    Harga Emas Antam Hari ini Stabil di Tengah Pergerakan Pasar Global

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 77
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Harga emas produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. atau yang dikenal dengan emas Antam Logam Mulia tidak mengalami perubahan pada perdagangan hari ini, Selasa (16/12/2025). Hal ini tercatat dalam data yang dirilis oleh situs resmi PT Antam, logammulia.com pukul 08.50 WIB. Di butik emas LM Graha Dipta Pulo Gadung Jakarta, harga emas satuan 1 […]

  • Kabupaten Tulungagung Merayakan Hari Jadi ke-819 Tahun, Kirab Tumpeng Lanang dan Wadon 

    Kabupaten Tulungagung Merayakan Hari Jadi ke-819 Tahun, Kirab Tumpeng Lanang dan Wadon 

    • calendar_month Selasa, 19 Nov 2024
    • account_circle Arie Khauripan
    • visibility 323
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Tulungagung ke-819 pada Senin, 18 Desember 2024, merupakan perayaan penuh makna. Semarak budaya lokal mewarnai perayaan ini. Upacara adat bersih nagari menampilkan keindahan dan kekayaan tradisi Kabupaten  Tulungagung, dengan kirab tumpeng lanang dan tumpeng wadon. Pj. Bupati Tulungagung, Dr. Ir. Heru Suseno, M.T., dalam sambutannya menekankan bahwa keberhasilan pembangunan […]

  • Gelar Ramp Check Angkutan Umum Polres Probolinggo Fokus Wujudkan Keselamatan Lalu Lintas

    Gelar Ramp Check Angkutan Umum Polres Probolinggo Fokus Wujudkan Keselamatan Lalu Lintas

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 21
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pelaksanaan Operasi Keselamatan 2026 memasuki hari Ketiga, Satuan Lalu Lintas Polres Probolinggo Polda Jawa Timur menggelar pemeriksaan kelaikan kendaraan (Ramp Chek) bagi kendaraan angkutan barang dan angkutan orang di exit tol Leces, Rabu (4/2/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Probolinggo AKP Safiq Jundhira Z, didampingi para Kanit Satlantas Polres Probolinggo […]

  • KBS Kebun Binatang Surabaya

    Penyidik Kejaksaan Jatim Lakukan Penggeledahan di Kebun Binatang Surabaya

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 32
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Tim penyidik pidana khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur melakukan penggeledahan di kantor Kebun Binatang Surabaya (KBS), Kamis (5/2/2026) petang. Aktivitas tersebut dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan terkait dugaan tindak pidana korupsi yang diduga terjadi di lingkungan institusi tersebut. Penggeledahan ini menunjukkan komitmen pihak kejaksaan dalam mengungkap kasus-kasus yang mencurigakan dan memastikan transparansi dalam […]

  • TNI-Polri dan BPBD Trenggalek Sigap Tangani Pohon Tumbang di Jalur Nasional

    TNI-Polri dan BPBD Trenggalek Sigap Tangani Pohon Tumbang di Jalur Nasional

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 87
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Derasnya hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Tugu, Trenggalek, Sabtu (6/12/2025) malam kembali menguji kesiapsiagaan lintas sektor. Di tengah cuaca ekstrem, sinergitas TNI-Polri bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek terbukti sigap menangani pohon Sono berukuran besar yang tumbang dan menutup total Jalan Raya Nasional Trenggalek – Ponorogo di Desa Nglinggis. Hujan dengan intensitas […]

  • TNI AD Manunggal Air Siap Perkuat Pertanian di Nganjuk

    TNI AD Manunggal Air Siap Perkuat Pertanian di Nganjuk

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 70
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM –  Mengingat besarnya manfaat yang dirasakan masyarakat, program TNI AD Manunggal Air terus diperluas di wilayah jajaran Korem 081/DSJ. Salah satu lokasi yang saat ini tengah dikerjakan berada di Desa Genjeng, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk. Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto menjelaskan bahwa pelaksanaan TNI AD Manunggal Air di Desa Genjeng diwujudkan melalui pembangunan […]

expand_less