Doa memasuki bulan Rajab agar keinginan dikabulkan Allah SWT
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Minggu, 21 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Saat ini umat Muslim sedang memasuki bulan Rajab 1447 Hijriah. Bulan Rajab adalah salah satu bulan yang dihormati dalam agama Islam, yang jatuh pada akhir tahun Masehi 2025.
Dikutip dari Baitulmaal Muamalat, Rajab merupakan salah satu dari empat bulan haram (asyhurul hurum) yang sama dengan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram.
Para ulama sering melukiskan Rajab sebagai “bulan menanam”, Syaban sebagai “bulan menyiram”, dan Ramadan sebagai “bulan memanen” pahala. Oleh karena itu, Rajab kerap menjadi kesempatan awal untuk mempersiapkan diri secara spiritual menuju bulan suci Ramadan.
Pada awal bulan Rajab tahun 2025, jatuh pada tanggal 21 Desember 2025 (1 Rajab 1447 H). Dengan tiba bulan suci ini, umat Muslim sudah bisa memulai menjalankan ibadah seperti berpuasa, meningkatkan doa dan zikir.
Doa Memasuki Bulan Rajab
Salah satu doa yang sangat efektif dibaca ketika memasuki bulan Rajab adalah sebagai berikut:
Ya Allah, berkahilah kami dalam bulan Rajab dan Syaban, dan sampaikanlah kami sampai ke bulan Ramadan.
Maknanya: “Ya Allah, berikanlah berkah kepada kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta bimbinglah kami sampai pada bulan Ramadhan.”
Selain itu, Sayyidina Ali juga mengucapkan doa pada bulan Rajab agar mendapatkan pengampunan dari Allah SWT. Berikut isi doanya:
Ya Allah, berikanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarganya yang merupakan terang-terang kebijaksanaan, pemimpin-pemimpin nikmat, dan sumber-sumber kesucian. Lindungilah aku dengan mereka dari segala keburukan, janganlah Engkau mengambilku dalam keadaan lalai, atau lengah, atau janganlah menjadikan akhir urusanku sebagai penyesalan dan penyesalan. Ridhai lah aku; sesungguhnya ampunan-Mu bagi orang-orang yang dzalim, dan aku termasuk di antara orang-orang yang dzalim. Ya Allah, berikanlah ampunan bagiku terhadap apa yang tidak merugikan-Mu, dan berikanlah aku sesuatu yang tidak memberi manfaat bagi-Mu, karena sesungguhnya rahmat-Mu meliputi segala sesuatu, dan kebijaksanaan-Mu adalah unik. Berikanlah kepadaku kelapangan, ketenangan, keamanan, kesehatan, syukur, kesejahteraan, dan ketakwaan. Curahkanlah kesabaran dan kejujuran kepada diriku dan kepada para pendukung-Mu. Berikanlah kemudahan, dan janganlah Engkau jadikan bersama dengan kesulitan. Luaskanlah hal itu kepada keluargaku, anak-anakku, saudara-saudaraku yang berada di jalan-Mu, serta kepada semua muslim dan muslimah, serta orang-orang mukmin dan mukminah.
Maknanya: Ya Allah, berikanlah rahmat yang mulia kepada Muhammad dan keluarganya yang menjadi penerang kebijaksanaan, pemilik kebaikan, dan sumber perlindungan. Lindungilah kami—karena (keberkahan) mereka—dari segala keburukan. Janganlah Engkau membiarkan kami dalam keadaan tertipu atau lupa. Jangan jadikan akhir urusan kami sebagai penyesalan. Ridhai kami. Sesungguhnya pengampunan-Mu bagi orang-orang yang aniaya, dan aku termasuk di antara orang-orang yang aniaya itu.
Ya Tuhan, ampunilah aku atas dosa yang tidak pernah bisa merugikan-Mu, berilah aku sesuatu yang sama sekali tidak bermanfaat bagi-Mu. Sesungguhnya Engkau adalah Yang Maha Luas rahmat-Nya. Hikmah-Nya yang sangat indah. Berikanlah kami kelapangan dan ketenangan, keamanan dan kesehatan, serta rasa syukur, keselamatan dan ketakwaan. Berikan kesabaran dan kejujuran kepada kami dan orang-orang yang Engkau cintai. Berikan pula kemudahan tanpa sedikit pun kesulitan. Semoga semua ini juga Engkau berikan kepada keluarga kami, anak-anak kami, saudara-saudara kami seagama. Dan berikanlah kepada orang tua yang telah melahirkan kami, dari kalangan muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat. (Syekh Abdul Qadir bin Shalih al-Jilani, Al-Ghunyah, Dārul Kutub al-Ilmiyyah, Beirut, 1997, juz 1, halaman: 328-329).
Doa ini bisa dibacakan oleh seseorang saat melakukan salat Rajab. Dalam buku Ihya Ulumiddin, Imam al-Ghazali menyatakan bahwa salat sunnah pada bulan Rajab mampu membuat permohonan seseorang dikabulkan.
Imam Ghazali menyampaikan bahwa seseorang yang berpuasa pada hari Kamis di bulan Rajab, lalu melakukan shalat sunnah sebanyak dua belas rakaat antara waktu shalat Isya dan sepertiga malam, maka doanya akan dikabulkan.
Cara melaksanakan shalat 12 rakaat sama seperti shalat sunnah biasa, yaitu dengan melakukan shalat 2 rakaat dan satu kali salam. Jadi, jika shalat 12 rakaat maka terdapat 6 kali salam.
Setiap rakaat setelah membaca surat Al-Fatihah, disarankan untuk membaca surat Al-Qadar sebanyak tiga kali dan surat Al-Ikhlas sebanyak dua belas kali. ***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar