Banjir yang Berlangsung Selama Seminggu Masih Mengancam Kehidupan Warga Sidoarjo, 7 Desa di Tanggulangin dan 3 Desa di Candi Terendam
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Jumat, 26 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Banjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Sidoarjo telah berlangsung selama sepekan dan belum menunjukkan tanda-tanda surut. Genangan air masih menggenangi sejumlah desa, khususnya di Kecamatan Tanggulangin dan Candi. Situasi ini menyebabkan aktivitas warga terganggu dan beberapa rumah serta fasilitas umum terendam.
Ketinggian air bervariasi, mulai dari lima hingga 30 sentimeter, dengan sebagian daerah mengalami genangan hampir setinggi lutut orang dewasa. Kondisi ini tidak hanya merusak perabot rumah tangga dan kendaraan, tetapi juga memicu rasa khawatir di kalangan masyarakat.
Penyebab Banjir yang Terus Berlanjut
Menurut informasi dari Humas BPBD Sidoarjo, Yoli Wisnu, banjir disebabkan oleh curah hujan yang tinggi pada Sabtu (20/12) lalu. Debit air sungai meningkat drastis dan tidak mampu menampung air yang masuk. Hal ini diperparah oleh kondisi pasang air laut yang memengaruhi aliran air di wilayah tersebut.
“Debit air sungai meningkat drastis dan tidak mampu tertampung, diperparah dengan kondisi air laut yang sedang pasang,” ujar Yoli.
Dampak Banjir di Wilayah Kecamatan Candi
Di Kecamatan Candi, tiga desa terdampak banjir, yaitu Desa Kendalpecabean, Kalipecabean, dan Balonggabus. Di Desa Kendalpecabean, genangan air terjadi di sejumlah RT dengan ketinggian antara lima hingga 20 sentimeter. Beberapa kawasan perumahan, seperti Perumahan Green Residence, juga terdampak dengan ketinggian air sekitar 10 sentimeter.
Dampak Banjir di Wilayah Kecamatan Tanggulangin
Di Kecamatan Tanggulangin, banjir terpantau cukup parah di Desa Kedungbanteng. Ketinggian air mencapai 30 sentimeter di beberapa titik. Selain itu, desa lain yang masih tergenang meliputi Banjarasri, Banjarpanji, Kalitengah, Kalidawir, Boro, dan Ngaban.
“Untuk Kecamatan Tanggulangin, di Desa Kedungbanteng pada beberapa RT ketinggian air mencapai 30 sentimeter,” jelas Yoli.
Upaya Penanganan Darurat oleh BPBD Sidoarjo
Sebagai upaya penanganan darurat, BPBD Sidoarjo telah mendistribusikan bantuan air bersih dengan mengisi tandon di Desa Banjarasri dan Kedungbanteng, masing-masing sebanyak dua tandon berkapasitas 3.300 liter. Tim BPBD juga turun ke lapangan untuk melakukan asesmen, monitoring, serta pengukuran genangan. Koordinasi dilakukan dengan Dinas PUBMSDA, pemerintah desa, dan pihak kecamatan terkait.
Kondisi yang Menimbulkan Kekhawatiran
Selain kerusakan fisik, banjir juga menimbulkan masalah kesehatan. Beberapa warga mengeluhkan gatal-gatal akibat paparan air yang tidak bersih. Hal ini menunjukkan bahwa situasi banjir tidak hanya mengganggu kehidupan sehari-hari, tetapi juga berpotensi memicu penyakit.
Kebutuhan Bantuan dan Perhatian Masyarakat
Warga yang terdampak banjir membutuhkan bantuan lebih lanjut, baik dalam bentuk logistik maupun dukungan psikologis. Pemerintah setempat dan lembaga swadaya masyarakat harus bekerja sama untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi. ***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar