Anggaran subsidi dan kompensasi energi capai Rp 345,1 triliun hingga November 2025
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Jumat, 19 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebutkan telah menyelesaikan pembayaran subsidi dan kompensasi energi kepada perusahaan BUMN yang ditugaskan sebesar Rp 345,1 triliun hingga akhir November 2025. Angka ini setara dengan 72,6% dari anggaran APBN 2025 secara keseluruhan.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan, realisasi subsidi energi meliputi berbagai barang yang penggunaannya terus meningkat setiap tahunnya, mulai dari bahan bakar minyak (BBM), LPG 3 kilogram, listrik yang didapat secara subsidi, hingga pupuk yang diberikan subsidi.
Pemerintah menetapkan volume distribusi BBM bersubsidi sebesar 19 juta kiloliter pada tahun 2025. Sampai akhir November, pencapaian telah mencapai sekitar 15,6 juta kiloliter atau setara dengan 80,4% dari target yang ditentukan.
“Jika kita melihat dari tahun 2023, 2024, 2025, terjadi kenaikan dari volume barang bersubsidi BBM ini,” ujar Suahasil dalam konferensi pers APBN Kita Edisi Desember, Kamis (18/12/2025)
Di sisi lain, untuk LPG 3 kilogram, APBN 2025 telah menyiapkan dana sebesar 8,17 juta ton. Hingga akhir November 2025, penyaluran yang telah terealisasi mencapai 7,09 juta ton atau sekitar 86,8% dari target yang ditetapkan.
Dari segi tren, Suahasil mengatakan penggunaan LPG 3 kilogram terus meningkat, dengan pertumbuhan sebesar 4,5% pada tahun 2023, 2% pada 2024, dan hingga saat ini tumbuh sebesar 3,4% pada 2025.
Sedangkan listrik yang mendapat subsidi, jumlah pelanggan pada tahun 2025 tercatat mencapai 42,6 juta pelanggan, melebihi target awal sebesar 42,1 juta pelanggan.
Pelanggan yang menerima subsidi listrik meliputi keluarga dengan daya 450 volt ampere (VA) dan 900 VA. Jumlah pelanggan tersebut terus bertambah, dengan pertumbuhan sebesar 2,5% pada tahun 2023, 4,3% pada 2024, serta masih mengalami peningkatan sebesar 2,6% pada 2025.
Pemerintah menyiapkan 8,9 juta ton pupuk subsidi untuk tahun 2025. Sampai akhir November, penyaluran yang telah terealisasi mencapai 7,5 juta ton, atau sekitar 84,3% dari target yang ditetapkan.
Suahasil mencatat, penggunaan pupuk bersubsidi mengalami peningkatan yang cukup pesat dalam dua tahun terakhir. “Jadi kita melihat penggunaan pupuk bersubsidi ini meningkat secara signifikan pada 2024 dan 2025. Pada 2025 terjadi kenaikan sebesar 11,2%,” tegas Suahasil.
Ia menekankan, peningkatan pencapaian subsidi ini menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap energi dan bahan baku yang didukung subsidi, sekaligus menjadi perhatian pemerintah dalam memastikan efisiensi dan ketepatan sasaran pengeluaran subsidi di masa depan.
Selanjutnya, pembayaran subsidi energi dilakukan secara berkala setiap bulan oleh Kementerian Keuangan. Sementara itu, pembayaran kompensasi untuk tahun 2024 dan kuartal pertama 2025 telah selesai dibayarkan seluruhnya. ***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar