7 Alasan Nak Su Pilih Pensiun Sukarela di The Dream Life of Mr. Kim
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kim Nak Su (Ryu Seung Ryong) mulai mempertimbangkan untuk pensiun secara sukarela setelah perubahan posisinya di perusahaan dan beban kerja yang semakin berat. Ia merasa tidak lagi memiliki ruang untuk bekerja dengan nyaman seperti dulu. Kondisi ini membuatnya meragukan apakah tetap bertahan masih sesuai dengan kondisi hidupnya saat ini.
Keputusan itu juga dipengaruhi oleh perasaan bingung pribadi yang terus-menerus memberatkan dirinya, khususnya mengenai tanggung jawab dan harga diri. Nak Su memandang pensiun sukarela sebagai cara untuk menghindari perselisihan yang lebih besar di tempat kerja. Pilihan ini menjadi tindakan yang masuk akal baginya ketika semua situasi tidak lagi menguntungkannya. Berikut alasan di balik keputusannya.
1. Setelah Nak Su berselisih dengan Jong Tae, ia menerima tawaran untuk kembali ke kantor pusat, tetapi harus mengajukan pemutusan hubungan kerja terhadap 20 karyawan di Pabrik Asan.
2. Mulai menerapkan sistem pengurangan poin bagi karyawan yang melanggar aturan, Kim Nak Su merasa sangat tertekan dalam menjalankannya
3. Nak Su tidak ingin sembarangan melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap karyawan, sehingga mulai memperhatikan latar belakang para pekerja yang kebanyakan mengalami kesulitan.
4. Beberapa orang memiliki kewajiban untuk membiayai keluarganya dan juga memiliki utang yang cukup besar. Kim Nak Su semakin bingung menghadapi situasi tersebut.
5. Terlebih lagi, para karyawan secara tidak sengaja mengira bahwa dia ingin memecat mereka, sehingga membuat Kim Nak Su merasa bersalah jika mereka harus kehilangan pekerjaan.
6. Ketika Lee Ju Young, pengawas pabrik Asan yang berbakat ingin mengajukan pensiun sukarela guna melindungi rekan-rekan pekerjanya, Nak Su merasa bertanggung jawab.
7. Nak Su memprioritaskan sisi empati dan perhatiannya terhadap kesejahteraan karyawan di Pabrik Asan, sehingga memutuskan untuk pensiun secara sukarela guna melindungi mereka.
Pemutusan hubungan kerja yang dilakukan Kim Nak Su secara sukarela akhirnya menjadi wujud tanggung jawab sekaligus pemikiran terhadap posisinya sebagai seorang atasan. Ia memutuskan untuk mengundurkan diri agar karyawan tidak kehilangan pekerjaan dan tetap bisa menjalani kehidupan mereka. Tindakan ini menunjukkan bahwa dalam situasi penuh tekanan, Nak Su tetap menjunjung tinggi rasa empati dan nilai-nilai kemanusiaan. ***

>
>





>

Saat ini belum ada komentar