DIAGRAMKOTA.COM – Program Easy Access Zone Integration (EAZI) yang diterapkan di Terminal Petikemas Nilam (TPK Nilam) berhasil meningkatkan kapasitas layanan dan produktivitas operasional terminal secara signifikan. Inovasi yang dijalankan melalui kolaborasi antara operator pelabuhan,
regulator, dan berbagai pemangku kepentingan tersebut menjadi salah satu terobosan penting dalam mendukung efisiensi layanan kepelabuhanan di Pelabuhan Tanjung Perak.
TPK Nilam mengimplementasikan Program EAZI dalam penataan Zona Labuh 2 Pelabuhan Tanjung Perak selama periode 23 April hingga 25 Mei 2026.
Melalui pengelolaan area labuh yang lebih terintegrasi, terminal mampu mempercepat proses pergantian kapal sekaligus meningkatkan kapasitas pelayanan tanpa perlu menambah infrastruktur baru.
Berdasarkan hasil evaluasi, Program EAZI berhasil memangkas waktu ship to ship (STS) atau pergantian antar kapal yang sebelumnya memerlukan waktu sekitar empat hingga lima jam menjadi rata-rata hanya satu jam tiga puluh menit.
Bahkan, TPK Nilam mencatat rekor tercepat pada 24 Mei 2026 saat melayani Kapal Intan Daya 12 dan Meratus Wakatobi dengan waktu STS hanya 31 menit.
Percepatan pelayanan tersebut berdampak langsung pada peningkatan jumlah kapal yang dapat dilayani.
Sebelum implementasi EAZI, TPK Nilam menerima rata-rata 14 kunjungan kapal setiap minggu. Setelah program berjalan, jumlah kunjungan meningkat menjadi rata-rata 17 kapal per minggu atau tumbuh sekitar 21 persen.
Terminal Head TPK Nilam, Retno Pujianto, mengatakan keberhasilan Program EAZI menunjukkan pentingnya inovasi operasional dalam meningkatkan kualitas layanan terminal.
“Program EAZI memberikan dampak nyata terhadap produktivitas operasional kami.
Efisiensi waktu pelayanan kapal membuka peluang untuk meningkatkan kapasitas layanan dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pengguna jasa,” ujarnya.
Peningkatan kapasitas layanan juga berkontribusi terhadap pertumbuhan arus petikemas.
Pada Mei 2026, TPK Nilam mencatat volume arus petikemas mencapai 49.685 TEUs, yang menjadi capaian tertinggi sepanjang tahun 2026.
Menurut Retno, hasil tersebut membuktikan bahwa peningkatan produktivitas tidak selalu bergantung pada pembangunan fasilitas baru.
Optimalisasi proses kerja, pemanfaatan sumber daya yang ada, serta kolaborasi lintas instansi mampu menghasilkan peningkatan kinerja yang signifikan.
Keberhasilan implementasi EAZI mendapat apresiasi dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak. Pihak regulator menilai program tersebut berhasil mempercepat pelayanan kapal sekaligus menjaga aspek keselamatan, keamanan, dan kelancaran lalu lintas pelayaran.
Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David P. Sirait, menegaskan bahwa Program EAZI merupakan bagian dari transformasi operasional perusahaan dalam meningkatkan daya saing pelabuhan dan mendukung kelancaran logistik nasional.
“Keberhasilan EAZI membuktikan bahwa inovasi operasional dan kolaborasi yang kuat dapat meningkatkan kapasitas layanan secara signifikan.
Program ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan layanan pelabuhan yang lebih cepat, efisien, dan terintegrasi,” kata David.
Melihat hasil positif yang telah dicapai, PT Terminal Teluk Lamong berencana mengembangkan implementasi Program EAZI ke Terminal Petikemas Berlian.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas manfaat program dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan area labuh dan mempercepat pelayanan kapal di lingkungan Pelabuhan Tanjung Perak.
Keberhasilan Program EAZI sekaligus memperkuat posisi Pelabuhan Tanjung Perak sebagai salah satu pusat logistik utama di Indonesia Timur dan mendukung upaya transformasi sektor kepelabuhanan nasional menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing tinggi.(Dk/yud)




















