SDN Masalima V Sumenep Rusak Parah, Tiga Ruang Kelas Ambruk dan Tak Bisa Digunakan
- account_circle Teguh Priyono
- calendar_month 21 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kondisi SDN Masalima V di Desa Masalima, Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, semakin memprihatinkan.
Tiga ruang kelas di sekolah tersebut dilaporkan ambruk dan tidak dapat digunakan lagi, sehingga aktivitas belajar mengajar terpaksa berlangsung dalam keterbatasan.
Kerusakan bangunan yang terjadi selama beberapa tahun terakhir membuat para guru dan siswa harus menjalani proses pembelajaran dengan rasa khawatir.
Meski menghadapi kondisi yang tidak aman, pihak sekolah tetap berupaya menjalankan kegiatan belajar mengajar agar hak pendidikan siswa tetap terpenuhi.
Kepala SDN Masalima V, Hasyim, menjelaskan bahwa ruang kelas IV, V, dan VI mengalami kerusakan berat hingga ambruk. Selain itu, ruang kantor sekolah juga berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan dan membutuhkan perbaikan segera.
“Tiga ruang kelas sudah ambruk dan tidak bisa digunakan lagi. Saat ini kami memanfaatkan ruang yang masih tersedia sebagai kelas darurat agar proses belajar mengajar tetap berjalan,” ujar Hasyim.
Menurutnya, kerusakan bangunan tidak hanya terjadi pada ruang yang telah roboh. Beberapa ruang kelas lainnya juga menunjukkan tanda-tanda kerusakan serius.
Kayu penyangga atap mulai lapuk dan berpotensi roboh sewaktu-waktu, terutama saat hujan deras dan angin kencang melanda kawasan kepulauan.
Kondisi tersebut memaksa pihak sekolah melakukan penyesuaian dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.
Beberapa rombongan belajar harus menggunakan ruang yang sama karena keterbatasan fasilitas yang tersedia.
Meski menghadapi berbagai kendala, para guru tetap menunjukkan dedikasi tinggi dalam mendidik siswa.
Mereka terus memberikan pembelajaran secara maksimal agar proses pendidikan tidak terhenti akibat kerusakan gedung sekolah.
Data sekolah menunjukkan SDN Masalima V memiliki 27 siswa yang terdiri dari dua siswa kelas I, empat siswa kelas II, lima siswa kelas III, lima siswa kelas IV, delapan siswa kelas V, dan tiga siswa kelas VI.
Seluruh siswa tersebut saat ini harus menyesuaikan diri dengan kondisi ruang belajar yang terbatas.
Masyarakat Desa Masalima menyampaikan keprihatinan atas kondisi sekolah yang dinilai sudah tidak layak digunakan.
Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki bangunan sekolah demi keselamatan siswa dan tenaga pendidik.
Warga menilai pendidikan di wilayah kepulauan perlu mendapatkan perhatian yang sama dengan daerah lain.
Mereka khawatir jika rehabilitasi terus tertunda, kerusakan bangunan akan semakin parah dan berpotensi menimbulkan risiko yang lebih besar.
Hasyim mengungkapkan bahwa pihak sekolah telah beberapa kali menyampaikan laporan kepada instansi terkait mengenai kondisi bangunan yang rusak.
Namun hingga saat ini belum ada kepastian mengenai jadwal rehabilitasi maupun pembangunan kembali gedung sekolah tersebut.
“Kami berharap pemerintah segera merealisasikan perbaikan sekolah ini. Keselamatan siswa dan guru harus menjadi prioritas karena kondisi bangunan saat ini sangat memprihatinkan,” tegasnya.
Hingga kini, para siswa SDN Masalima V tetap menjalani proses belajar mengajar di tengah keterbatasan sarana dan ancaman kerusakan bangunan.
Mereka berharap segera memiliki sekolah yang aman, nyaman, dan layak agar dapat belajar dengan tenang serta meraih cita-cita mereka di masa depan.(Dk/yud)
- Penulis: Teguh Priyono

>
