Pemkot Surabaya Perkenalkan 4 Mobil Perpustakaan Listrik untuk Tingkatkan Literasi dan Energi Bersih
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 18 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemkot Surabaya meluncurkan empat mobil perpustakaan listrik sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya literasi dan mendukung transisi energi bersih. Peluncuran ini dilakukan menjelang Hari Jadi Kota Surabaya ke-733, yang jatuh pada Senin, 18 Mei 2026.
Mobil perpustakaan listrik tersebut dirancang untuk mencerdaskan masyarakat sekaligus menjadi contoh nyata pemanfaatan teknologi ramah lingkungan. Fasilitas ini menyediakan ribuan koleksi buku, fasilitas mendongeng, hingga sarana belajar interaktif bagi anak-anak maupun masyarakat umum secara gratis.
Menciptakan Akses Literasi yang Lebih Luas
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya, Yusuf Masruh, menjelaskan bahwa jangkauan operasional armada baru ini akan diperluas. Mobil listrik tersebut tidak hanya menyasar institusi pendidikan formal, tetapi juga masuk ke aktivitas komunitas warga, seperti RT/RW dan sekolah-sekolah.
“Kami ingin mobil perpustakaan listrik ini memfasilitasi komunitas dan acara literasi di tingkat masyarakat,” ujarnya.
Yusuf menambahkan bahwa empat unit mobil listrik ramah lingkungan ini dijadwalkan mulai beroperasi pada Mei 2026. Kehadiran armada baru ini otomatis menambah kekuatan layanan literasi keliling yang dimiliki Dispusip Surabaya.
Sebelumnya, Dispusip telah mengoperasikan empat unit mobil perpustakaan konvensional berbahan bakar fosil. Dengan tambahan empat unit mobil listrik, total armada yang siap melayani warga Surabaya menjadi delapan unit.
Konsep Keberlanjutan Lingkungan sebagai Prioritas Utama
Pemilihan kendaraan listrik sebagai basis perpustakaan keliling ini bukan tanpa alasan. Yusuf menjelaskan bahwa Pemkot Surabaya ingin memberikan contoh langsung kepada masyarakat mengenai pemanfaatan teknologi hijau.
“Kita menggunakan mobil perpustakaan listrik agar efektif, praktis, dan ramah lingkungan,” imbuhnya.
Ia menekankan bahwa konsep keberlanjutan lingkungan menjadi nilai utama yang ingin diusung Pemkot Surabaya dalam inovasi pelayanan publik tersebut. “Harapan kami adalah tadi, agar kita menyesuaikan agar ramah lingkungan dan lain-lain,” tuturnya.
Strategi Pembagian Wilayah untuk Mencapai Keadilan Akses
Agar dampak penambahan armada terasa optimal dan merata, Dispusip Surabaya kini tengah memetakan ulang zonasi operasional di seluruh wilayah Kota Surabaya. Strategi pembagian wilayah akan diterapkan dengan mengombinasikan armada lama dan baru.
Langkah ini diambil untuk memastikan kawasan yang selama ini minim akses ruang baca dapat terjangkau layanan jemput bola.
“Nanti kita bagi wilayah. Karena ada mobil perpustakaan yang lama, ada yang baru,” pungkas Yusuf.
Dampak Positif untuk Masyarakat
Adanya mobil perpustakaan listrik ini diharapkan dapat meningkatkan minat baca dan pengembangan potensi intelektual masyarakat. Selain itu, penggunaan kendaraan listrik juga turut serta berkontribusi dalam mengurangi polusi udara dan menjaga kualitas lingkungan kota.

>
>

Saat ini belum ada komentar