Kinerja Ekspor IKM Surabaya Melampaui Target, Buktikan Daya Saing di Pasar Global
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 10 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Ekspor Industri Kecil Menengah (IKM) Kota Surabaya mencapai angka yang mengagumkan dalam beberapa bulan terakhir. Tercatat, nilai ekspor sebesar 2,7 juta Dolar AS telah tercapai, jauh melampaui target awal yang ditetapkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sebesar 1 juta Dolar AS. Angka ini menjadi bukti bahwa produk IKM Surabaya memiliki daya saing tinggi di pasar global.
Komoditas yang Diekspor Beragam dan Berpotensi Besar
Komoditas yang diekspor dari Surabaya mencakup berbagai sektor industri. Mulai dari furniture, dekorasi rumah, fashion, hingga alas kaki seperti sandal dan sepatu. Selain itu, produk olahan makanan seperti rendang juga turut serta dalam ekspor tersebut. Keberagaman komoditas ini menunjukkan kemampuan IKM Surabaya dalam memenuhi permintaan pasar internasional dengan kualitas yang memadai.
Pemkot Surabaya Berperan sebagai Pendukung Utama
Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya, menyatakan bahwa kinerja ekspor ini adalah hasil kerja sama antara pemerintah dan pelaku usaha. “Pemerintah kota tidak selalu harus di depan, tapi kita mendorong agar perusahaan dan UMKM terus berkembang,” ujarnya. Ia menekankan bahwa Surabaya bukan hanya kota jasa, tetapi juga kota industri yang mampu menggerakkan ekonomi dan mengurangi pengangguran.
Selain itu, Pemkot Surabaya akan memperkuat kerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) untuk memberikan pelatihan bagi pengusaha muda. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa para pelaku usaha dapat bersaing di pasar global tanpa ragu-ragu.
Pelatihan dan Pendampingan untuk Meningkatkan Kapasitas IKM
Agus Hebi Djuniantoro, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker), menjelaskan bahwa sejak April 2026, Pemkot Surabaya telah melakukan pendampingan kepada pelaku IKM. Awalnya, ada sekitar 80 pelaku IKM yang mendaftar, namun setelah seleksi ketat, hanya 36 perusahaan yang dinyatakan siap untuk ekspor.
“Kami memberikan coaching clinic kepada 80 pelaku usaha tersebut. Setelah dikurasi secara mendalam, kami menemukan 36 perusahaan (PT/IKM) yang dinyatakan benar-benar siap untuk ekspor dan dipertemukan langsung dengan para pembeli,” kata Hebi.
Festival Industri dan Ketenagakerjaan sebagai Platform Kolaboratif
Surabaya Industrial & Labour Festival 2026 menjadi ajang penting dalam mempromosikan potensi industri lokal. Acara ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan angka ekspor, tetapi juga untuk memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan warga Surabaya.
Hebi menegaskan bahwa tujuan utama dari festival ini adalah untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja baru. “Karena kita sudah mengangkat kelas para pelaku usaha, dampak yang kami harapkan adalah terserapnya tenaga kerja baru. Itulah mengapa dalam acara ini kami juga menyelenggarakan Job Fair secara simultan,” tambahnya.
Peran Performa Event Expertindo dalam Mendukung Pengembangan Industri
Stefanus Sugeng Irawan, CEO Performa Optima Group, menyampaikan bahwa festival ini bukan sekadar ajang seremonial, melainkan platform kolaboratif yang mempertemukan inovasi, peluang, dan solusi nyata bagi perkembangan industri dan ketenagakerjaan.
“Surabaya Industrial & Labour Festival 2026 adalah wujud nyata komitmen kami dalam mendorong transformasi industri yang adaptif dan inklusif. Kami percaya bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama untuk menghadapi tantangan global sekaligus membuka peluang baru bagi tenaga kerja lokal agar lebih kompetitif,” ujarnya.
Langkah Strategis untuk Masa Depan Ekonomi Surabaya
Dengan capaian ekspor yang luar biasa ini, Surabaya semakin memperkuat posisinya sebagai pusat industri kreatif di Indonesia. Pemkot Surabaya terus berupaya untuk memastikan bahwa pelaku usaha lokal mampu bersaing di pasar global, sekaligus memberikan kesempatan kerja yang layak bagi masyarakat.
Langkah-langkah strategis seperti pelatihan, pendampingan, dan kolaborasi dengan sektor swasta akan terus dilakukan untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan demikian, Surabaya tidak hanya menjadi kota jasa, tetapi juga kota industri yang tangguh dan berdaya saing.***

>
>
Saat ini belum ada komentar