Pendaki Muda Ditemukan Selamat Setelah Pencarian Intensif di Kawah Ijen
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pendaki muda yang hilang selama beberapa hari di kawasan Gunung Ijen akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat. Kejadian ini menarik perhatian publik dan mengingatkan para pengunjung untuk lebih waspada saat melakukan aktivitas di alam terbuka.
Proses Pencarian yang Rumit dan Berisiko Tinggi
Operasi pencarian dilakukan oleh Tim SAR Gabungan yang terdiri dari berbagai instansi seperti Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, TNI-Polri, BPBD, serta relawan. Pencarian dibagi menjadi dua unit (SRU) dengan metode yang berbeda. SRU 1 melakukan penyisiran dari Pos Paltuding menuju puncak sejauh 3,6 kilometer menggunakan teknik Explore SAR tipe 1. Sementara SRU 2 mencari di sekitar LKP dengan pola ESAR tipe 2 open grid.
“Kami memanfaatkan drone thermal dan peralatan jungle rescue untuk mempercepat proses pencarian,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa. Meski cuaca tidak mendukung sepenuhnya, tim tetap bekerja keras hingga korban berhasil ditemukan.
Kondisi Korban dan Evakuasi
Korban, Muhammad Dzikri Maulana (16), ditemukan dalam keadaan lemas namun masih hidup. Lokasi penemuan berada di area tebing dengan radial 6,7° dan jarak sekitar 890 meter dari LKP. Tim SAR langsung melakukan evakuasi secara vertical rescue dan membawa korban ke Pos Paltuding sebelum dirujuk ke Puskesmas Licin untuk perawatan medis.
“Alhamdulillah korban berhasil ditemukan dalam keadaan hidup,” ujar Made. Ia menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam operasi kemanusiaan ini. Menurutnya, sinergi antar unsur sangat penting dalam situasi darurat.
Penyebab Kehilangan dan Pelajaran Berharga
Sebelumnya, korban dilaporkan hilang pada Rabu (18/2) petang setelah terpisah dari rombongan saat mendaki. Diketahui, korban bersama empat temannya berangkat pada pukul 02.00 WIB. Saat tiba di puncak, ia terpisah dan tidak diketahui keberadaannya hingga laporan diterima pihak SAR.
“Kejadian diperkirakan terjadi sekitar pukul 08.30 WIB di jalur pendakian Kawah Ijen dengan koordinat 8°3’41.68″S 114°14’45.83″T,” tambah Made. Ia juga mengimbau kepada para pendaki agar selalu mematuhi prosedur keselamatan, tidak terpisah dari rombongan, serta memperhatikan kondisi cuaca saat melakukan pendakian.
Pentingnya Kesadaran dan Persiapan
Gunung Ijen merupakan salah satu destinasi wisata alam yang populer di Jawa Timur. Namun, medan yang curam dan cuaca yang tidak menentu sering kali menjadi tantangan bagi pendaki. Kegiatan pendakian harus disertai persiapan yang matang, termasuk perlengkapan keamanan dan pemahaman tentang jalur yang akan dilalui.
“Setiap pendaki harus sadar akan risiko yang ada. Jangan sampai kehilangan kesadaran akan bahaya karena kurang persiapan,” ujar Made. Ia menekankan bahwa keselamatan adalah prioritas utama dalam segala aktivitas di alam terbuka.
Rekomendasi untuk Para Pendaki
Untuk menjaga keselamatan, para pendaki disarankan:
– Selalu membawa perlengkapan darurat seperti senter, makanan ringan, dan air minum.
– Memastikan komunikasi dengan anggota rombongan.
– Mengikuti arahan dari petugas atau pihak pengelola wisata.
– Memantau kondisi cuaca sebelum memulai pendakian.
Dengan langkah-langkah tersebut, risiko kehilangan atau cedera dapat diminimalkan. Kehilangan pendaki muda di Kawah Ijen menjadi pengingat penting akan tanggung jawab dan kesadaran diri saat berada di alam bebas.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar