Gubernur Jatim: Bantuan Sosial untuk Masyarakat Rentan Jelang Ramadan di Jawa Timur
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat kebijakan bantuan sosial (bansos) dalam upaya mendukung masyarakat yang kurang mampu, khususnya menjelang bulan suci Ramadan. Salah satu bentuk dukungan tersebut dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan menyalurkan bantuan sebesar Rp3 miliar kepada warga Kabupaten Sidoarjo. Penyaluran bansos ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memastikan masyarakat memiliki kesiapan ekonomi yang lebih baik sebelum memasuki bulan puasa.
Fokus pada Kelompok Rentan
Bantuan yang disalurkan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. Khofifah menyatakan bahwa bansos ini ditujukan kepada kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, perempuan kepala keluarga, serta keluarga penerima program KIP Jawara. Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari bantuan tersebut dan memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar selama bulan Ramadan.
“Kita berharap sebelum 1 Maret seluruh bantuan sudah selesai tersalurkan, sehingga masyarakat penerima manfaat bisa merasakan langsung dukungan pemerintah dan memiliki penguatan ekonomi keluarga,” ujar Khofifah dalam acara penyerahan bansos.
Rincian Bantuan yang Diberikan
Dalam penyaluran bansos ini, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur mengalokasikan dana sebesar Rp1,8 miliar melalui beberapa program. Di antaranya adalah:
- PKH Plus untuk 533 keluarga.
- Bantuan ASPD bagi penyandang disabilitas.
- KIP Putri Jawara dan KIP PPKS Jawara.
- Bantuan permakanan lansia.
- Tali asih bagi pilar sosial seperti pendamping PKH Plus, TKSK, dan TAGANA.
Selain itu, ada dukungan pemberdayaan ekonomi melalui zakat produktif dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebesar Rp25 juta yang diberikan kepada 50 pelaku usaha ultra mikro. Sedangkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur mengalokasikan dana sebesar Rp1,1 miliar untuk penguatan desa melalui bantuan bagi BUMDesa, Desa Berdaya, dan Desa Jatim Puspa.
Sinergi dengan Pemerintah Daerah
Penyaluran bansos ini dilakukan secara simbolis di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo. Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Restu Novi Widiani, perwakilan Komisi E DPRD Jawa Timur Benjamin Kristianto dan Sriatun, serta Bupati Sidoarjo Subandi dan jajaran Forkopimda Sidoarjo.
Khofifah menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan bentuk kehadiran pemerintah provinsi dalam memperkuat bantalan sosial ekonomi masyarakat. Ia juga menyampaikan harapan agar bantuan tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Upaya Percepatan Penyaluran Bansos
Sebagai bagian dari strategi percepatan penyaluran bansos, Khofifah menyebut bahwa Sidoarjo menjadi titik kedua penyaluran bantuan dari total 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Penyaluran yang cepat dan merata diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mempersiapkan diri menjelang Ramadan tanpa mengalami kesulitan ekonomi.
“Percepatan penyaluran ini dinilai penting agar masyarakat memiliki kesiapan ekonomi lebih baik menjelang Ramadan,” tambahnya.
Dengan penyaluran bansos yang terstruktur dan berkelanjutan, pemerintah Jawa Timur berkomitmen untuk menjaga kesejahteraan masyarakat, khususnya mereka yang berada dalam kondisi rentan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang harmonis dan saling mendukung selama bulan puasa.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar