Inovasi Kuliner Ramadhan: Ayam Goreng Garlic Parmesan untuk Berbuka yang Lebih Sehat
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – PT Richeese Kuliner Indonesia kembali meluncurkan inovasi terbaru dalam menu kuliner Ramadhan. Kali ini, mereka memperkenalkan ayam goreng bertabur bumbu garlic parmesan yang dirancang untuk memberikan alternatif makanan berbuka puasa yang lebih ramah bagi pencernaan. Menu ini diberi nama Richeese GPT dan menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin berkembang.
Menurut Chandrataruna, Corporate Communication Richeese Kuliner Indonesia, inovasi ini merupakan bentuk reinterpretasi terhadap tren digital. Nama GPT pada menu tersebut mengacu pada Generative Pre-trained Transformer, sebuah teknologi AI yang sedang populer. Namun, dalam konteks Richeese Factory, GPT merujuk pada Garlic Parmesan Temptation, yaitu kombinasi rasa keju parmesan dengan aroma bawang putih yang menarik.
“Menu ini menjadi jawaban bagi cheesemate (sapaan untuk pelanggan setia Richeese Factory) yang mendambakan sensasi berbeda di luar cita rasa pedas ikonis yang selama ini menjadi ciri khas Richeese Factory,” ujarnya.
Keunikan Rasa dan Bahan Dasar Menu
Bahan dasar dari ayam goreng ini sama seperti menu lainnya, yaitu ayam goreng krispi yang dibaluri tepung bumbu. Namun, alih-alih menggunakan saus pedas, ayam ini dibalut dengan keju parmesan dan aroma bawang putih yang lebih lembut dan cocok untuk lambung yang baru saja berbuka puasa.
“Kami selalu ingin membangun kedekatan emosional dengan Cheesemate. Dengan begitu, kami bisa memberikan pilihan yang lebih dekat dan beragam,” tambah Chandrataruna.
Menu ini dapat dipesan secara individu atau dalam paket combo yang terdiri dari nasi, kentang goreng, dan minuman susu stroberi. Pelanggan juga akan diberikan cocolan saus keju yang menjadi ciri khas restoran siap saji tersebut.
Bahaya Makanan Pedas Saat Berbuka Puasa
Meski banyak orang menyukai makanan pedas saat berbuka puasa, ternyata hal ini bisa berdampak negatif bagi kesehatan. Mengutip informasi dari kanal Regional Liputan6.com, rasa pedas pada makanan disebabkan oleh senyawa kimia capsaisin yang dapat mengiritasi lambung dan menyebabkan gejala seperti mulas, kembung, dan sakit perut.
Terutama setelah seharian berpuasa, tubuh kita lebih rentan terhadap dampak negatif dari makanan pedas ini. Selain itu, makanan pedas juga dapat meningkatkan risiko terjadinya refluks asam lambung, terutama bagi mereka yang memiliki masalah pencernaan seperti GERD.
Pilih Makanan yang Lebih Ringan dan Sehat
Untuk menjaga kesehatan tubuh selama bulan Ramadhan, sebaiknya kita memilih makanan yang lebih ringan dan mudah dicerna. Contohnya adalah kurma dan air putih yang dapat membantu merangsang sistem pencernaan secara perlahan. Anda juga bisa mengonsumsi makanan berprotein, serat, dan nutrisi yang seimbang untuk memastikan tubuh mendapatkan asupan yang cukup setelah seharian berpuasa.
“Kesehatan kita bernilai lebih dari sekadar kenikmatan sesaat,” kata Chandrataruna.
Peran Ramadan dalam Kehidupan Umat Muslim
Ramadan adalah periode suci bagi umat Muslim di seluruh dunia untuk berpuasa, meningkatkan ibadah, dan mempererat tali silaturahmi. Bulan ini tidak hanya menjadi momen spiritual tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperhatikan kesehatan dan gaya hidup sehat.
Selama Ramadan, banyak perusahaan dan bisnis menciptakan inovasi kuliner yang menarik dan sesuai dengan tema berbuka puasa. Richeese GPT adalah salah satu contoh dari upaya perusahaan untuk memberikan pilihan yang lebih sehat dan bervariasi bagi pelanggan.
Tips Berbuka Puasa yang Bijak
- Hindari makanan pedas secara langsung setelah berpuasa.
- Pilih makanan ringan dan mudah dicerna seperti kurma dan air putih.
- Konsumsi makanan berprotein dan serat untuk menjaga keseimbangan nutrisi.
- Jangan terlalu banyak makan dalam satu waktu, agar tidak memberatkan lambung.
- Tetap menjaga pola hidup sehat dengan olahraga ringan dan tidur cukup.
Dengan memperhatikan kesehatan dan memilih makanan yang tepat, kita bisa menjalani bulan Ramadhan dengan nyaman dan penuh makna.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar