Bantuan Kepada Korban Tabrak Lari di Tulungagung, Polisi Berikan Becak Motor sebagai Alat Kerja
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

(ilustrasi)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Polres Tulungagung menunjukkan kepedulian terhadap korban tabrak lari yang mengalami kerugian materi. Dalam kasus ini, Hartoyo, seorang warga Kelurahan Tertek, menerima bantuan berupa becak motor dari pihak kepolisian. Bantuan ini diberikan karena becak motor miliknya rusak parah akibat kecelakaan lalu lintas.
Penyebab Kerusakan Becak Motor dan Dampaknya pada Pekerjaan
Becak motor yang digunakan oleh Hartoyo selama ini merupakan alat utama dalam menjalankan usahanya. Ia biasanya mengangkut barang dagangan dari luar pasar ke dalam Pasar Ngemplak. Namun, setelah kecelakaan, kendaraannya rusak berat dan tidak bisa digunakan lagi. Hal ini menyebabkan gangguan besar dalam aktivitas kerjanya.
“Kami memberi bantuan becak motor pada korban bukan untuk mengangkut orang, tetapi sebagai kendaraan untuk angkut ikan yang menjadi pekerjaan korban di area pasar,” jelas AKP M Taufik Nabila, Kasatlantas Polres Tulungagung.
Proses Kejadian Tabrak Lari yang Viral
Peristiwa tabrak lari terjadi pada Minggu (8/2/2026) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Pengemudi mobil Isuzu Panther berinisial MD menabrak Hartoyo dan becak motornya. Setelah kejadian, pengemudi langsung melarikan diri. Aksi tersebut memicu pengejaran dari warga sekitar.
Mobil pelaku kemudian terus bergerak hingga melewati wilayah Kecamatan Ngantru, tempat ia kembali menabrak sepeda motor. Bahkan, mobil itu sempat menabrak kendaraan Satlantas Polres Tulungagung yang mencoba menghentikannya. Akhirnya, mobil tersebut berhenti setelah menabrak pom mini di wilayah Kecamatan Kras Kabupaten Kediri. Saat itulah terjadi aksi pengeroyokan terhadap MD oleh massa.
Hubungan antara Korban dan Pelaku serta Langkah Hukum Selanjutnya
Setelah kejadian, korban dan pelaku telah berdamai. Menurut AKP M Taufik Nabila, kedua belah pihak menyadari bahwa kejadian ini bukanlah kesengajaan. Saat ini, pelaku sedang menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka yang cukup parah dari aksi pengeroyokan.
“Kedua belah pihak berdamai. Korban menyadari ini bukan kesengajaan. Pelaku pun sekarang masih menjalani rawat jalan setelah mengalami luka yang cukup parah akibat dikeroyok (massa) di wilayah (Kecamatan) Kras Kediri,” ujar Taufik.
Selain itu, pihak kepolisian akan melakukan tindak lanjut dengan menggunakan pendekatan restorative justice. Pendekatan ini bertujuan untuk memperbaiki hubungan antara korban dan pelaku serta memastikan keadilan tanpa harus melalui proses hukum yang panjang.
Peran Polisi dalam Memberikan Bantuan Sosial
Tindakan Polres Tulungagung dalam memberikan bantuan becak motor kepada korban menunjukkan komitmen mereka dalam membantu masyarakat yang terkena dampak kecelakaan lalu lintas. Bantuan ini juga menjadi bentuk dukungan bagi para pekerja kecil yang bergantung pada alat transportasi untuk mendapatkan penghasilan.
Sebelumnya, ada beberapa kasus serupa di wilayah Tulungagung, termasuk kecelakaan yang melibatkan kendaraan roda dua dan roda empat. Namun, kejadian kali ini memiliki dampak sosial yang lebih besar karena viral di media sosial dan menarik perhatian publik.
Dampak Sosial dan Harapan Masyarakat
Kejadian ini juga memicu diskusi tentang pentingnya kesadaran berkendara dan tanggung jawab dalam berlalu lintas. Banyak warga mengharapkan adanya langkah-langkah pencegahan yang lebih efektif agar kejadian serupa tidak terulang.
Selain itu, masyarakat juga menilai bahwa tindakan polisi dalam memberikan bantuan sosial adalah langkah yang tepat. Bantuan ini tidak hanya membantu korban secara ekonomi, tetapi juga memberikan rasa aman dan kepercayaan terhadap sistem hukum dan layanan kepolisian.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar