Peningkatan Permintaan Pernak-Pernik Imlek di Pasar Atom Surabaya
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pasar Atom Surabaya, salah satu pusat perbelanjaan tradisional yang terkenal dengan berbagai produk khas Tiongkok, kembali mengalami peningkatan permintaan menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili atau 2026. Berbagai pernak-pernik seperti amplop angpao, lampion, dan dekorasi khas Imlek menjadi incaran para pembeli, terutama dari kalangan etnis Tionghoa yang merayakan hari besar ini.
Permainan Warna Merah Emas Dominasi Sudut Pasar Atom
Seiring mendekatnya tanggal perayaan, sudut-sudut Pasar Atom Surabaya mulai dipenuhi oleh berbagai pernak-pernik yang didominasi warna merah dan emas. Warna-warna ini memiliki makna penting dalam budaya Tiongkok, yaitu melambangkan keberuntungan, kelimpahan, dan kesuksesan. Pedagang di pasar ini pun memperbanyak stok barang untuk memenuhi permintaan yang meningkat pesat.
Amplop Angpao Jadi Produk Paling Laku
Menurut Dimas Wijaya, kepala toko Sejahtera di Pasar Atom, amplop angpao menjadi produk paling diminati selama musim Imlek. “Yang paling banyak dicari itu amplop angpao. Pernak-pernik lampion, tempelan, dan gantungan motif khas Imlek juga biasanya untuk menghias rumah dan tempat usaha,” ujarnya.
Dalam sehari, ia menyebutkan bahwa lebih dari seribu angpao ludes terjual. Harga jual angpao bervariasi, mulai dari Rp 3 ribu hingga Rp 4 ribu per unit. Selain angpao, lampion juga menjadi incaran utama. “Lampion kita jual mulai harga Rp 600 ribu, sedangkan gantungan macam-macam tergantung ukuran,” tambahnya.
Stok Pernak-Pernik Didatangkan Langsung dari Tiongkok
Untuk memenuhi permintaan yang tinggi, Dimas menyatakan bahwa stok pernak-pernik Imlek di tokonya didatangkan langsung dari Tiongkok. Barang-barang tersebut telah dipesan jauh-jauh hari agar dapat tersedia tepat waktu menjelang perayaan. “Seasional pernak-perniknya. Ini pernak-pernik untuk Lebaran sudah mulai datang. Tahun ini juga puji tuhan lebih ramai daripada tahun kemarin, peningkatan penjualan (pernak-pernik) Imlek mencapai 40 persen lah,” katanya.
Toko Sentosa Florist Juga Alami Lonjakan Penjualan
Selain toko Sejahtera, Toko Sentosa Florist juga mengalami lonjakan penjualan. Sujani, pemilik toko tersebut, mengatakan bahwa penjualan berbagai pernak-pernik di tokonya meningkat secara signifikan. “Yang paling ramai angpao, kita jual mulai harga Rp 3 ribu. Aksesoris seperti lampion juga banyak dipesan untuk dekorasi restoran. Semua pernak pernik yang kita jual berkaitan dengan Shio Kuda Api,” ujarnya.
Toko Sentosa Florist yang telah beroperasi lebih dari satu dekade ini juga mengirimkan produknya ke luar pulau seperti Papua dan Ambon. Selain impor dari Tiongkok, sebagian pernak-pernik juga dibuat sendiri, seperti pohon sakura yang bekerja sama dengan pengrajin lokal.
Antusiasme Pembeli Meningkat
Ketika JawaPos.com mengunjungi Toko Sentosa Florist, gerai tersebut tampak ramai dengan pembeli yang berburu berbagai pernak-pernik. Pegawai tampak sibuk melayani pelanggan yang ingin menyiapkan dekorasi rumah atau usaha mereka. “Lebih ramai daripada tahun kemarin. Tahun ini toko kami kirim ke luar pulau, Papua, Ambon,” tukas Sujani.
Dampak Ekonomi Positif bagi Pedagang
Lonjakan penjualan ini memberikan dampak positif bagi para pedagang di Pasar Atom Surabaya. Dengan adanya permintaan yang tinggi, banyak dari mereka berhasil meningkatkan pendapatan. Bahkan, beberapa pedagang mengklaim bahwa penjualan mereka meningkat hingga 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Ini menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan ekonomi yang dihadapi, industri pernak-pernik Imlek tetap menjadi salah satu sektor yang stabil dan menguntungkan.***

>
>
>
Saat ini belum ada komentar