DIAGRAMKOTA.COM, SURABAYA — Tiga hari perhelatan 14th East Java Seminar and Workshop in Aesthetic Medicine (EaSWAM) 2026 di Dyandra Convention Center Surabaya, 25–27 September 2026, resmi berakhir.
Forum kedokteran estetika ini mempertemukan sekitar 500 dokter dari bidang estetika, dermatologi dan bedah plastik, serta sekitar 100 perusahaan yang terlibat dalam exhibition.
EaSWAM 2026 tidak hanya membahas tren kecantikan. Agenda ilmiah diarahkan pada peningkatan kompetensi dokter, keselamatan pasien, pemahaman anatomi, pencegahan dan penanganan komplikasi.
Beragam materi dibahas, mulai dari anti-aging, longevity medicine, regenerasi kulit dan rambut, pigmentasi, laser, filler, thread lift, body contouring hingga GLP-1.
Format kegiatan juga tidak berhenti pada seminar. Peserta mengikuti live demo dan Gallery Workshop, sehingga materi ilmiah dipertemukan dengan gambaran praktik klinis.
Salah satu materi yang mendapat perhatian adalah Mastering Danger Zones: Safe Anatomy for Thread Lift and Filler, yang membahas area berisiko dalam tindakan estetika. Ada pula pembahasan mengenai komplikasi filler dan pengenalan dini vascular occlusion.
dr. Kevin Stevano mengatakan peningkatan kemampuan dokter harus berjalan bersama dengan peningkatan kewaspadaan terhadap komplikasi.
“Tujuan dari seminar ini meningkatkan kemampuan para peserta yang bergerak di bidang estetika medis menjadi lebih baik. Kedua, memiliki kewaspadaan terhadap segala macam bentuk komplikasi dan tindakan pencegahan terhadap hal-hal yang tidak diinginkan jika terjadi kepada pasien,” ujarnya.
Menurut Kevin, penguatan kompetensi tersebut diharapkan ikut mendorong kedokteran estetika Indonesia berkembang dan mampu bersaing secara global.
Dari sisi ekosistem, SWAM menyebut komunitasnya telah memiliki lebih dari 16.000 anggota. Pendidikan kedokteran estetika juga terus dikembangkan melalui berbagai agenda berkelanjutan.
Berakhirnya EaSWAM 2026 di Surabaya bukan menjadi akhir rangkaian. SWAM telah menyiapkan agenda berikutnya, termasuk i-SWAM World Congress 2026 yang dijadwalkan berlangsung 4–6 Desember 2026 di Indonesia.
Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa pendidikan kedokteran estetika kini bergerak dari sekadar forum seminar menuju ekosistem pembelajaran berkelanjutan, dengan kompetensi dokter dan keselamatan pasien tetap menjadi perhatian utama.
Bagi Surabaya, EaSWAM 2026 sekaligus mempertegas perannya sebagai salah satu kota penting dalam pertemuan komunitas kedokteran estetika, teknologi medis dan industri estetika nasional. (dk/red)














