Surabaya Targetkan Investasi Rp43 Triliun pada 2026, Kemitraan dengan AI dan Klinik Investasi Jadi Strategi Utama

DIAGRAMKOTA.COM – Surabaya, kota yang terus berkembang di Jawa Timur, menetapkan target ambisius untuk mencapai realisasi investasi sebesar Rp43 triliun pada tahun 2026. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat perekonomian kota. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan bahwa inovasi perizinan digital dan penggunaan kecerdasan buatan (AI) menjadi salah satu kunci utama dalam mewujudkan target tersebut.

Inovasi Perizinan Digital dan AI

Pemkot Surabaya telah mengadopsi sistem integrasi berbasis AI untuk mempermudah proses perizinan. Sistem ini memungkinkan pemantauan real-time dari ruang kerja, sehingga para pemohon bisa melacak status permohonan izin secara langsung hanya melalui gawai. Hal ini memberikan transparansi tinggi serta kepastian hukum bagi investor.

Eri menyebutkan bahwa sistem AI juga membantu dalam menghitung Break Even Point (BEP) dan estimasi lama pembangunan. “Ketika ada kepastian dan tidak ada biaya di luar ketentuan, trust atau kepercayaan investor akan terbangun,” ujarnya.

Klinik Investasi untuk Investor

Selain itu, Pemkot Surabaya juga menghadirkan Klinik Investasi yang bertujuan untuk mendampingi investor mulai dari perhitungan BEP hingga estimasi lama pembangunan. Layanan ini dirancang untuk memastikan investor merasa didukung selama proses investasi berlangsung.

Strategi untuk Meningkatkan Kepercayaan Investor

Eri menekankan bahwa tujuan utama dari inovasi-inovasi ini adalah untuk meningkatkan kepercayaan investor, baik dari pelaku usaha domestik maupun mancanegara. Ia optimistis bahwa layanan yang disediakan dapat semakin membuka keran investasi di Kota Pahlawan.

“Kami yakin inovasi-inovasi yang kami lakukan akan menunjang target investasi yang ditetapkan tahun ini,” tambahnya.

Penilaian dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi

Sementara itu, Direktur Kerja Sama Pelaksanaan Berusaha Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Hasyim Daeng Barang menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan uji petik atas pemaparan yang telah disampaikan oleh Wali Kota Surabaya. Rangkaian penilaian melibatkan wawancara langsung dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), dinas teknis perizinan, serta puluhan pelaku usaha dari berbagai sektor.

Fokus pada Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat

Meski Anugerah Layanan Investasi (ALI) 2026 menjadi salah satu indikator, Eri menegaskan bahwa sasaran utamanya adalah memastikan investasi bergerak, kemiskinan dan stunting berkurang, serta masyarakat sejahtera.

Tantangan dan Peluang

Dengan target investasi yang sangat tinggi, Surabaya harus siap menghadapi berbagai tantangan, termasuk persaingan dengan kota-kota lain di Jawa Timur. Namun, langkah-langkah inovatif yang diambil oleh pemerintah setempat menunjukkan komitmen kuat dalam membangun iklim investasi yang kondusif.

Investasi Rp43 triliun pada 2026 menjadi target ambisius yang menunjukkan visi jangka panjang Pemkot Surabaya. Dengan dukungan teknologi seperti AI dan layanan Klinik Investasi, kota ini berupaya membangun kepercayaan investor dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Ini menjadi langkah penting dalam memperkuat posisi Surabaya sebagai pusat bisnis dan investasi di Jawa Timur.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *