Ringkasan Berita:
- Pemkot Surabaya merombak tata kelola Perumda KBS melalui evaluasi menyeluruh, audit independen, dan penataan struktur bebas rangkap jabatan.
- Seleksi calon direksi dan dewan pengawas KBS melibatkan tim independen dengan syarat integritas tinggi serta komitmen konservasi satwa.
- Pengawasan diperluas tidak hanya pada dividen keuangan, tetapi juga membentuk tim pengawas khusus medis dan nutrisi satwa.
SURABAYA, DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan langkah evaluasi komprehensif guna memperkuat tata kelola Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Kebun Binatang Surabaya (KBS). Langkah korektif ini tidak hanya menyasar performa finansial perusahaan, melainkan juga berfokus pada pengawasan ketat terhadap standar kesejahteraan satwa secara menyeluruh.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, menegaskan bahwa evaluasi terhadap Perumda KBS dilakukan secara berkala. Hal ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Surabaya untuk memastikan operasional badan usaha milik daerah (BUMD) tersebut berjalan sehat, transparan, dan akuntabel.
Audit Independen dan Penataan Mekanisme Checks and Balances
Syamsul menjelaskan, mekanisme monitoring internal selama ini berjalan rutin di bawah Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Kota Surabaya.
“Pemerintah Kota Surabaya memang ada evaluasi internal dari teman-teman Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA), itu ada evaluasi setiap enam bulan, dan setiap tahun. Kemudian kita bisa menentukan deviden-nya berapa,” kata Syamsul, Kamis (13/8/2026).
Kendati demikian, Syamsul menegaskan bahwa capaian dividen tahunan tidak boleh menjadi tolak ukur tunggal kesehatan perusahaan. Pemkot Surabaya memilih memperketat fungsi mitigasi guna mendeteksi potensi penyimpangan sejak dini. “Jadi nanti untuk ke depannya kita lakukan (evaluasi) secara berkala, sehingga kalau ada salah itu bisa dicegah,” tuturnya.
Sebagai wujud transparansi, Pemkot Surabaya akan menggandeng auditor eksternal. “Kita nanti juga akan menggandeng auditor yang independen. Jadi kita yang akan menunjuk auditornya untuk mengaudit keuangan dari KBS,” tegas Syamsul.
Selain sektor finansial, pembenahan menyasar restrukturisasi organisasi internal. Pemkot akan mengevaluasi pembagian fungsi jabatan di lingkungan Perumda KBS agar pembagian kewenangan berjalan seimbang. “Pemkot juga akan mengevaluasi struktur-struktur organisasi KBS, sehingga nanti memastikan bahwa setiap fungsi strategis memiliki mekanisme checks and balances yang jelas, sehingga tidak ada konflik kepentingan ataupun rangkap jabatan,” jelasnya.
Standar Ketat Seleksi Direksi: Integritas dan Visi Konservasi
Dalam pengisian kursi jajaran direksi serta dewan pengawas (dewas) baru, Pemkot Surabaya memberlakukan parameter kualifikasi yang ketat. Kriteria tersebut mencakup rekam jejak yang bersih, integritas, kemampuan manajerial, hingga pemahaman tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).
“Yang jelas sudah dipersyaratkan bahwa syarat dewan pengawas dan direksi baru ini memang yang pertama harus memiliki integritas. Itu syarat utamanya. Kemudian yang kedua memiliki kompetensi manajerial. Juga memahami tata kelola perusahaan yang baik dan rekam jejak yang bersih,” beber Syamsul.
Guna memastikan objektivitas, Pemkot Surabaya membentuk tim seleksi independen dari unsur akademisi dan praktisi. Calon pimpinan KBS diwajibkan mempresentasikan gagasan strategis dan dinilai langsung oleh tim tersebut.
“Yang paling utama adalah calon direktur dan dewan pengawas ini juga memiliki komitmen terhadap konservasi satwa. Ini yang jadi intens kita, sehingga diharapkan dapat mengelola KBS itu dengan baik, dan KBS ini bisa menjadi lembaga konservasi yang profesional, akuntabel dan juga bisa kembali dipercaya oleh masyarakat Surabaya,” tegasnya.
Perluasan Pengawasan Kesejahteraan: Fokus Medis dan Nutrisi Satwa
Di samping aspek administratif, Pemkot Surabaya memperluas dimensi pengawasan ke ranah teknis pemeliharaan satwa. Pemkot berencana membentuk tim pengawas khusus yang bertugas memantau standar medis dan asupan nutrisi seluruh koleksi satwa di KBS.
“Untuk pengawasannya juga kita nanti akan membentuk pengawas-pengawas yang banyak. Termasuk pengawas khusus terkait dengan medis dan nutrisi dari hewan-hewan yang ada di KBS,” ungkap Syamsul.
Syamsul menggarisbawahi bahwa agenda perbaikan ini merupakan momentum penting untuk mengembalikan marwah KBS sebagai lembaga konservasi yang kredibel. Pengalaman masa lalu dijadikan tolok ukur agar penempatan sumber daya manusia benar-benar tepat sasaran.
“Jadi pengalaman yang di belakang kemarin menjadi pelajaran bagi kita. Karena memang the right man on the right place, itu yang benar, baru bisa menggerakkan semua nantinya,” pungkasnya.













