- Sebanyak 10 kelompok UPPKA Kenjeran memamerkan produk olahan mandiri hasil binaan UPN “Veteran” Jawa Timur di Graha YKP Surabaya.
- Gelar produk dalam momentum Hari Keluarga Nasional ini menandai 10 tahun kolaborasi strategis Pemkot Surabaya dan akademisi kampus.
- Wali Kota Eri Cahyadi dan Bunda Genre Rini Indriyani mengapresiasi transformasi ekonomi keluarga lewat pelatihan manajemen ritel hingga parenting.
DIAGRAMKOTA.COM — Sebanyak 10 kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) dari Kecamatan Kenjeran secara resmi memamerkan ragam produk unggulan hasil pendampingan intensif bersama UPN “Veteran” Jawa Timur di Graha YKP Surabaya, Kamis (27/8/2026). Pameran kewirausahaan yang diselenggarakan bertepatan dengan momentum peringatan Hari Keluarga Nasional ini menjadi tonggak sejarah satu dekade (10 tahun) kemitraan strategis antara Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan kalangan akademisi dalam mengakselerasi kemandirian ekonomi keluarga.
Agenda gelar karya ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Bunda Generasi Berencana (Genre) Kota Surabaya Rini Indriyani, jajaran kepala Perangkat Daerah (PD) Pemkot Surabaya, Koordinator Pendamping Prof. Dr. Dra. Ignatia Martha Hendrati, M.E., serta tim dosen lintas disiplin keilmuan dari UPN “Veteran” Jawa Timur.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, melayangkan apresiasi mendalam atas dedikasi dan konsistensi civitas akademika UPN “Veteran” Jawa Timur yang tak terputus mendampingi kelompok UPPKA hingga mampu berdaya saing tinggi.
“Saya menyampaikan terima kasih banyak kepada Prof Martha dan tim pendamping dari UPN karena sudah 10 tahun kita bergandengan tangan. Sepuluh tahun bukan waktu yang singkat, tetapi tidak pernah berhenti menciptakan keluarga yang sejahtera di Kota Surabaya. Saya matur nuwun sanget atas nama pribadi dan seluruh Kota Surabaya,” ungkap Eri Cahyadi.
Eri Cahyadi: Sinergi 10 Tahun Perguruan Tinggi Perkuat Pondasi Finansial Keluarga
Menurut Eri, keberlanjutan kolaborasi antara otoritas birokrasi daerah dan perguruan tinggi merupakan instrumen vital yang langsung menyentuh akar rumput. Intervensi berbasis keilmuan dinilai sukses mentransformasi ketahanan ekonomi di tingkat rumah tangga.
“Semoga sinergi ini tidak pernah berhenti, karena sinergi untuk kebaikan jangan pernah berhenti di muka bumi ini, khususnya di Kota Surabaya,” imbuh Cak Eri penuh harap.
Senada dengan hal tersebut, Prof. Dr. Dra. Ignatia Martha Hendrati, M.E. memaparkan bahwa rekam jejak pendampingan selama 10 tahun membuktikan lompatan signifikan dari para pelaku usaha mikro. Program pembinaan berhasil mengubah unit usaha berskala kecil dengan modal terbatas menjadi pilar penopang finansial keluarga yang mandiri.
“Sepuluh tahun bukan perjalanan yang singkat. Selama itu kami bertemu dengan keluarga-keluarga hebat dan pelaku usaha yang tidak pernah berhenti belajar. Kami menyaksikan yang awalnya sederhana dan bermodal terbatas kemudian berkembang menjadi sumber penghasilan keluarga,” papar Prof Martha.
Transformasi tersebut, lanjut Martha, tidak hanya tecermin dari kurva peningkatan penjualan, melainkan juga revolusi mental dan kepercayaan diri para ibu akseptor dalam memasarkan produknya secara profesional.
“Kami juga melihat yang sebelumnya kurang percaya diri mulai berani menawarkan produknya, mengikuti pameran, dan memperkenalkan usahanya kepada masyarakat,” tambahnya.
Fokus Kenjeran: Bekali Manajemen Ritel, Parenting, hingga Belajar di Kampus
Pada program tahun 2026 ini, pendampingan difokuskan secara khusus di kawasan Kecamatan Kenjeran dengan menggembleng 10 kelompok UPPKA terpilih. Kurikulum pembinaan dirancang komprehensif, mulai dari literasi pengelolaan operasional usaha hingga adopsi manajemen ritel modern.
“Kami mengajarkan manajemen ritel supaya mereka bisa mengelola usahanya dengan baik dan usahanya bisa berkembang,” jelas akademisi UPN Jatim tersebut.
Martha menguraikan bahwa metode pendampingan UPPKA tidak sekadar mengajarkan teknis pembuatan barang olahan, tetapi menyatukan dimensi ketahanan keluarga secara utuh, mulai dari pola asuh (parenting), tata kelola keuangan rumah tangga, hingga strategi ekspansi laba.
Bahkan, para peserta diberikan program khusus berupa pengalaman merasakan kegiatan belajar satu hari penuh langsung di dalam lingkungan kampus UPN “Veteran” Jawa Timur untuk menyerap atmosfer akademik serta memperluas wawasan bisnis.
“Kami melakukan pendampingan kepada mereka mulai dari bagaimana memperoleh penghasilan, bagaimana usaha bisa membantu meningkatkan penghasilan keluarga, hingga bagaimana usaha itu terus berkembang,” ungkapnya.
Kader UPPKA Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Berkelanjutan
Prof Martha menaruh harapan besar agar 10 kelompok UPPKA asal Kenjeran yang telah lulus pembekalan tidak berhenti hanya sebagai penerima manfaat program semata. Mereka ditargetkan berevolusi menjadi motor penggerak ekonomi di lingkungannya serta aktif mentransfer pengetahuan bisnis kepada warga sekitar.
“Kami berharap para peserta tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga menjadi penggerak perekonomian dan membagikan pengetahuan yang sudah diperoleh. Jadikan momentum ini sebagai awal untuk melangkah semakin kuat. Mari membangun usaha yang tertib dan berkelanjutan,” pungkas Prof Martha seraya menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemkot Surabaya dan segenap pihak yang terus mendukung.
Gelar produk di Graha YKP membuktikan bahwa sinergi berkelanjutan antara pemerintah dan kampus mampu mencetak ekosistem wirausaha keluarga yang tertata, mandiri, dan berdaya saing demi menopang pertumbuhan ekonomi inklusif di Kota Surabaya.
