Wakil Wali Kota Surabaya Armuji (Cak Ji) mendukung penuh gelaran Muskotlub PTMSI Surabaya pada 1 Agustus 2026.
Cak Ji soroti sistem seleksi atlet yang dinilai tidak transparan, nepotisme, dan memicu ‘ekskodus’ atlet Surabaya ke daerah lain.
Muskotlub diharapkan melahirkan kepengurusan baru yang profesional demi merebut medali emas pada Porprov Jatim mendatang.
Surabaya, Diagramkota.com — Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji (Cak Ji), menyatakan dukungan penuh atas digelarnya Musyawarah Kota Luar Biasa (Muskotlub) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Surabaya yang dijadwalkan berlangsung pada 1 Agustus 2026.
Langkah percepatan Muskotlub ini diapresiasi Cak Ji usai menggelar pertemuan dengan Ketua Caretaker PTMSI sekaligus Ketua Bidang Organisasi KONI Kota Surabaya, Samsuri, Minggu (26/7/2026).
Politisi senior tersebut menumpahkan keprihatinannya atas kemerosotan prestasi cabang olahraga tenis meja di Kota Pahlawan yang dikenal sebagai salah satu ‘gudang’ pencetak atlet berbakat sejak era terdahulu.
“Pemain tenis meja kita tidak pernah menjadi juara, padahal ini kan kota besar, gudangnya atlet. Kalau Surabaya tidak bisa mencapai juara bahkan medali, itu sangat memprihatinkan kita sebagai kepala daerah,” ujar Cak Ji.
Kritik Seleksi ‘Sistem PL’ dan Praktik Nepotisme
Cak Ji mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan dan masukan dari sejumlah klub tenis meja di bawah naungan KONI Surabaya, kegagalan pembinaan atlet dipicu oleh sistem seleksi internal yang tertutup serta sarat nepotisme.
Indikasi ketidaktransparan pengurusan lama dinilai merusak iklim kompetisi yang sehat di kalangan atlet muda:
Seleksi Tidak Terbuka: Adanya dugaan penggunaan “Sistem Penunjukan Langsung” (PL) tanpa indikator tolok ukur prestasi yang jelas.
Sentimen Personal: Seleksi atlet cenderung didasari subjektivitas (“orangku dan orangmu”), sehingga atlet potensial justru tersingkir.
Migrasi Atlet Ke Luar Daerah: Banyak bibit unggul tenis meja asal Surabaya yang akhirnya memilih hengkang dan memperkuat daerah lain seperti Sidoarjo, Malang, Semarang, hingga Jakarta.
Target Medali Emas Porprov Jatim
Menghadapi agenda Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur yang kian dekat, pembentukan kepengurusan baru yang definitif dan transparan dinilai sangat mendesak demi menyelamatkan potensi para atlet.
Target kepengurusan baru:
Restrukturisasi Organisasi: Mengakselerasi Muskotlub PTMSI pada 1 Agustus 2026 untuk menetapkan jajaran pimpinan baru.
Seleksi Terbuka & Akuntabel: Membuka ruang kompetisi yang adil bagi seluruh klub dan atlet pingpong se-Kota Surabaya.
Target Porprov Jatim: Mengembalikan kejayaan tenis meja Surabaya dengan membidik raihan medali emas.
Samsuri, Ketua Caretaker PTMSI Kota Surabaya, menegaskan bahwa perhatian dan komitmen Pemkot Surabaya menjadi suntikan moral berharga untuk menata ulang ekosistem cabang olahraga populer ini agar kembali berprestasi di kancah regional maupun nasional.



















