Ringkasan Berita:
Kanal pengaduan “Hotline Cak Eri” kebanjiran 9.217 laporan warga Surabaya, dengan penyelesaian kasus menyentuh angka 98,4 persen.
Persoalan karut-marut parkir mendominasi aduan dengan 1.442 laporan, disusul isu lalu lintas dan polemik PPDB/SPMB 2026.
Dinkominfo menegaskan pesan yang masuk langsung dibaca Wali Kota Eri Cahyadi dan wajib dieksekusi petugas lapangan dalam waktu 1×24 jam.
Surabaya, Diagramkota.com — Program kanal aduan masyarakat berbasis respons cepat melalui “Hotline Cak Eri” terus menjadi andalan utama warga Kota Pahlawan untuk melaporkan kebobrokan pelayanan publik. Sejak resmi diluncurkan pada 11 Mei hingga 16 Juli 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mencatat sebanyak 9.217 laporan resmi telah masuk ke dapur redaksi pengaduan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Surabaya, Eddy Christijanto, mengungkapkan grafis laporan sempat melandai pada Juni. Namun, memasuki akhir Juni hingga pertengahan Juli 2026, intensitas warga yang mengirim pesan WhatsApp meningkat tajam.
“Fluktuasinya di awal ketika 11 Mei itu tinggi, lalu mengalami penurunan di bulan Juni. Tapi akhir Juni sampai Juli luar biasa bahkan sampai di atas 300-an sehari. Karena memang eksekusinya kita harus 1×24 jam,” ujar Eddy Christijanto saat dikonfirmasi, Jumat (17/7/2026).
Hotline Cak Eri Dibaca Langsung Wali Kota, Target Eksekusi 1×24 Jam
Eddy menepis keraguan sebagian warga yang mempertanyakan mengapa pesan yang mereka kirimkan tidak mendapatkan balasan ketikan langsung dari Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Ia meluruskan bahwa ribuan pesan tersebut dipastikan masuk dan dibaca oleh orang nomor satu di Surabaya itu, untuk kemudian didisposisikan secara instan ke kepala dinas terkait.
“Jadi hotline yang disampaikan oleh warga kepada kami itu dibaca oleh Pak Wali. Cuma mungkin Pak Wali tidak menjawab langsung, tapi itu langsung diteruskan kepada teman-teman PD (Perangkat Daerah), sehingga insyaallah itu akan dieksekusi,” terang Eddy.
Dari total 9.217 aduan yang menumpuk, Pemkot Surabaya menunjukkan performa impresif dengan sukses merampungkan penyelesaian sebanyak 9.077 laporan. Sementara itu, sisa 103 laporan baru sedang dalam proses pengerjaan fisik di lapangan karena terikat SLA (Service Level Agreement) penyelesaian maksimal 1×24 jam.
Setiap dinas penanggung jawab diwajibkan menyertakan bukti dokumentasi berupa foto dan tanggal penanganan pasca-perbaikan sebagai laporan balik ke sistem jajaran manajemen kota.
Parkir Liar dan Isu Sekolah Jadi Sorotan Utama
Berdasarkan data taktis yang dihimpun Dinkominfo Surabaya, sektor perhubungan dan fasilitas umum menjadi klaster yang paling banyak memicu keluhan warga. Persoalan parkir konvensional hingga penataan parkir non-tunai bertengger di posisi puncak dengan sumbangan 1.442 laporan.
Berikut adalah rincian lima besar klaster keluhan warga Surabaya di Hotline Cak Eri:
| Peringkat | Kategori Pengaduan Warga | Jumlah Laporan |
| 1 | Persoalan Perparkiran | 1.442 Laporan |
| 2 | Lalu Lintas, Kemacetan, & Penataan PKL | 823 Laporan |
| 3 | Sektor Pendidikan (SPMB/PPDB 2026) | 817 Laporan |
| 4 | Masalah Sosial Kemasyarakatan | 715 Laporan |
| 5 | Infrastruktur Jalan Berlubang | 542 Laporan |
Lonjakan tajam pada sektor pendidikan diakui terjadi akibat bergulirnya masa Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Selain mengandalkan pergerakan taktis pasukan dinas, Wali Kota Eri Cahyadi juga dilaporkan kerap melakukan inspeksi mendadak (sidak) langsung ke titik krusial yang membutuhkan kebijakan darurat, seperti yang baru-baru ini dilakukan di kawasan Jalan Nias, Tambak Wedi, hingga Sambikerep.


















