Persija Jakarta Kehilangan Peluang Emas Usai Kartu Merah Jordi Amat
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 20 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pertandingan antara Persija Jakarta dan Bhayangkara FC dalam laga pekan ke-26 Super League 2025/26 berakhir dengan skor 2-3 untuk kemenangan tim tuan rumah. Meskipun unggul lebih dulu, Persija gagal mempertahankan keunggulan mereka setelah salah satu pemain andalannya, Jordi Amat, diusir wasit akibat menerima dua kartu kuning.
Awal yang Menguntungkan, Tapi Berakhir Tragis
Laga dimulai dengan sangat menjanjikan bagi Persija Jakarta. Dalam waktu kurang dari satu menit, Rayhan Hannan mencetak gol pembuka yang membawa Macan Kemayoran unggul 1-0. Namun, permainan yang awalnya mengesankan tidak bertahan lama. Bhayangkara FC mampu menyamakan skor melalui gol Moussa Sidibe pada menit ke-28, sehingga skor menjadi 1-1 hingga babak pertama usai.
Di babak kedua, situasi mulai berubah drastis. Jordi Amat harus keluar lapangan setelah menerima dua kartu kuning. Keputusan ini menimbulkan banyak kontroversi, terutama dari pelatih Persija, Mauricio Souza, yang merasa keputusan wasit tidak adil.
Perubahan Strategi Akibat Kartu Merah
Setelah kehilangan satu pemain, Persija kesulitan untuk menjaga keseimbangan permainan. Meski berhasil mencetak gol kedua melalui tendangan bebas Fabio Calonego, mereka tidak mampu mempertahankannya. Bhayangkara FC kemudian melakukan comeback dengan dua gol di akhir pertandingan, yang membuat skor akhir menjadi 2-3.
Mauricio Souza menyampaikan penyesalannya atas kekalahan ini. Ia menilai bahwa keputusan wasit memberikan dua kartu kuning kepada Jordi Amat tidak bijaksana. “Kami memulai pertandingan sesuai rencana, kami bisa cetak gol. Lalu punya dua peluang untuk finishing ke gawang lawan. Tapi selanjutnya kami berhenti main, malah kasih kesempatan ke lawan Sampai kebobolan di kotak penalti,” ujarnya.
Kontroversi Kartu Merah Jordi Amat
Jordi Amat mendapat dua kartu kuning yang dianggap tidak wajar oleh pelatih Persija. Menurut Souza, pemain asal Spanyol itu terpancing emosinya akibat provokasi dari lawan. “Jordi kartu merah tidak wajar, apa yang terjadi. Jadi kami dalam 10 menit pertama bisa cetak gol lagi,” tambahnya.
Ia juga menyoroti bahwa kehilangan satu pemain membuat strategi tim menjadi lebih defensif. “Strategi kami menjadi bertahan, serangan balik,” jelas Souza.
Reaksi dari Pemain dan Pelatih
Selain mengkritik keputusan wasit, Souza juga menyampaikan rasa kecewa atas hasil pertandingan. “Saya mau kami bikin satu gol lagi karena butuh 3 poin. Kami kebobolan dari bola mati, kami mencoba hasil maksimal dan kebobolan dari transisi mereka,” katanya.
Meskipun kekalahan ini mengecewakan, Souza tetap mengapresiasi upaya para pemain. “Babak kedua sudah mencoba, sudah berusaha keras. Tapi tanpa satu pemain memang susah,” ujarnya.
Tantangan di Masa Depan
Hasil ini menambah tekanan bagi Persija Jakarta dalam persaingan di Super League 2025/26. Dengan jumlah poin yang masih jauh dari puncak klasemen, tim asuhan Souza harus segera bangkit jika ingin memperbaiki posisi mereka.
Selain itu, kejadian ini juga menjadi pengingat penting tentang pentingnya pengendalian emosi di lapangan. Jordi Amat, yang sering menjadi tulang punggung Persija, kini harus berhati-hati agar tidak mengulangi kesalahan serupa di pertandingan mendatang.***

>
>
Saat ini belum ada komentar