Penyangkalan Adam Back terhadap Klaim Kepemilikan Bitcoin
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 17 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Adam Back, seorang ahli kriptografi dan peneliti teknologi privasi, telah menyangkal klaim terbaru yang menyebutnya sebagai Satoshi Nakamoto, pencipta Bitcoin. Dalam sebuah posting di X (dahulu Twitter) pada 8 April 2026, ia menulis, “i’m not satoshi.” Penyangkalan ini muncul setelah laporan tertentu mencoba mengidentifikasi asal usul Bitcoin melalui analisis sejarah, wawancara, dan studi bahasa.
Back menjelaskan bahwa keterlibatannya dalam teknologi privasi, penelitian uang elektronik, dan diskusi kriptografi sejak awal 1990-an menjadi alasan mengapa namanya sering dikaitkan dengan asal usul Bitcoin. Ia juga merujuk pada kontribusinya terhadap Hashcash dan ide-ide lain yang berkembang dari pekerjaan awalnya.
Keterkaitan Ide dan Perbedaan Pribadi
Menurut Back, kemiripan antara karya-karyanya dan Bitcoin lebih disebabkan oleh persamaan ide daripada bukti langsung identitas. Ia menyatakan bahwa banyak peneliti awal bekerja pada konsep serupa sebelum Bitcoin diluncurkan, termasuk sistem uang elektronik terdesentralisasi, protokol gateway batas, dan pembuktian kerja. Namun, ia menekankan bahwa upaya-upaya tersebut tidak sepenuhnya mirip dengan Bitcoin.
Back menambahkan bahwa kecocokan dalam bahasa dan tema berasal dari pengalaman dan minat yang sama di kalangan para peneliti. Ia menulis, “the rest is a combination of coincidence and similar phrases from people with similar experience and interests.” Ini menjadi inti dari responsnya terhadap klaim baru-baru ini.
Perspektif tentang Identitas Satoshi Nakamoto
Back juga menyatakan bahwa ia tidak tahu siapa Satoshi Nakamoto sebenarnya. Dalam sebuah posting lanjutan, ia menulis bahwa “no one does” sejauh yang ia ketahui. Ia merujuk pada pesan-pesan email antara dirinya dan Satoshi yang diungkap selama sidang COPA yang melibatkan Craig Wright. Menurutnya, pesan-pesan itu menunjukkan bahwa mereka adalah dua orang yang berbeda.
Ia juga menyoroti bahwa anonimitas Satoshi memberikan manfaat bagi Bitcoin. Menurutnya, hal ini membantu Bitcoin dilihat sebagai “a new asset class, the mathematically scarce digital commodity.” Pandangan ini sudah lama didukung oleh sebagian komunitas Bitcoin, yang berargumen bahwa anonimitas mendukung kemandirian Bitcoin dari satu pendiri.
Tanggapan dari Tokoh Lain dalam Dunia Kripto
Klaim terbaru ini juga mendapat tanggapan dari tokoh-tokoh lain di sektor aset digital. David Schwartz, CTO Ripple, menyatakan bahwa argumen tentang identitas Satoshi sering kali mengabaikan bagaimana pemikiran seseorang bisa berubah seiring waktu. Ia juga menyoroti pertanyaan lama apakah Bitcoin milik Satoshi masih bisa digunakan.
Michael Saylor menentang gagasan bahwa analisis stylometrik saja dapat mengidentifikasi Satoshi. Ia merujuk pada pertukaran email antara Back dan Satoshi sebagai bukti bahwa mereka adalah dua individu yang berbeda. Pengamat lain juga menyampaikan keraguan serupa dan mengatakan klaim terbaru tidak memberikan bukti yang meyakinkan.
Masa Depan Diskusi tentang Satoshi
Pertanyaan tentang siapa yang menciptakan Bitcoin telah muncul berulang kali dalam beberapa tahun terakhir. Banyak individu pernah disebut dalam teori-teori sebelumnya, termasuk Peter Todd dan Craig Wright. Klaim-klaim tersebut dibantah, dan dalam kasus Wright, pengadilan secara khusus menolak klaimnya untuk menjadi Satoshi.
Back tidak meminta agar diskusi ini berhenti. Sebaliknya, ia menyatakan bahwa Bitcoin mungkin lebih baik jika identitas Satoshi tetap tidak diketahui. Ia juga mengulangi pernyataan lama yang pernah ia tulis, yaitu “we are all satoshi,” sambil menunjukkan bahwa Bitcoin lebih merupakan penemuan yang dibangun dari ide-ide sebelumnya daripada ciptaan satu orang.
Relevansi Penelitian Awal dan Komentar Tambahan
Back menekankan bahwa penelitiannya awal tentang privasi dan uang elektronik membuatnya dekat dengan banyak ide yang kemudian muncul dalam Bitcoin. Ia aktif di mailing list cypherpunks dan melakukan penelitian aplikatif yang mengeksplorasi privasi online dan pembayaran digital. Riwayat ini tetap menjadi alasan mengapa namanya sering muncul dalam diskusi tentang Satoshi.
Ia juga menyatakan penyesalan atas tidak mining lebih banyak Bitcoin pada 2009, meskipun ia menggambarkannya sebagai kesadaran belakangan daripada bukti peran khusus. Dalam percakapan lain, ia merespons pertanyaan tentang kriptografi lama dan risiko kuantum masa depan. Di sana, ia menyatakan bahwa kriptografi yang tidak aman dapat dihapus, dan kunci yang hilang tetap tidak dapat digunakan.
Saat ini, identitas Satoshi Nakamoto masih belum terpecahkan. Back telah menyangkal kembali bahwa dia menciptakan Bitcoin, dan ia menyatakan bahwa ia tidak tahu siapa yang melakukannya. Diskusi ini terus berlanjut, dan tidak ada bukti yang meyakinkan hingga saat ini.***

>
>
Saat ini belum ada komentar