Strategi Pengelolaan Arus Balik Lebaran 2026 oleh Korlantas Polri
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 10 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri telah mengambil langkah-langkah proaktif untuk menghadapi peningkatan arus balik Lebaran 2026. Penerapan rekayasa lalu lintas seperti one way dan contraflow di beberapa ruas Tol Trans Jawa menjadi bagian dari upaya mengurangi kepadatan lalu lintas. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap volume kendaraan yang mulai meningkat sejak awal pekan.
Rekayasa Lalu Lintas untuk Kelancaran Arus
Dalam rangka memastikan kelancaran perjalanan, Korlantas Polri memberlakukan sistem one way di sejumlah titik strategis. Rekayasa ini sudah diterapkan sejak KM 263 Tol Brebes hingga KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama. Selain itu, kontraflow juga diberlakukan dari KM 70 hingga KM 47 untuk menjaga keterlibatan arus kendaraan.
“Arus balik terutama yang dari arah timur jauh maupun dari arah Bandung sudah terlihat,” ujar Brigjen Pol. Faizal, Kasatgas Kamseltibcarlantas Operasi Ketupat 2026. Ia menambahkan bahwa rekayasa lalu lintas tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan dan memastikan keselamatan pengendara.
Peran Jalur Tol Fungsional dalam Mengurai Kepadatan
Selain penerapan one way dan contraflow, Korlantas juga memanfaatkan jalur tol fungsional Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan untuk mengalihkan arus kendaraan dari arah Bandung. Hal ini bertujuan untuk mengurangi beban pada jalur utama dan mempercepat proses perjalanan.
Menurut informasi yang diperoleh, puncak arus balik diprediksi terjadi pada 24–25 Maret 2026. Saat itu, jumlah pemudik akan meningkat drastis karena mobilitas masyarakat dari berbagai daerah. Untuk menghadapi hal ini, Korlantas akan menerapkan one way nasional dari KM 414 Kalikangkung hingga KM 70 Cikarang Utama.
Imbauan Keselamatan bagi Pemudik
Brigjen Pol. Faizal mengimbau para pemudik untuk tetap menjaga keselamatan selama perjalanan. Ia menekankan pentingnya menghindari mengemudi dalam kondisi lelah atau capek karena dapat menyebabkan microsleep, yaitu kelelahan yang sangat berbahaya saat berkendara.
“Hindari pada saat mengemudi sudah lelah, capek, untuk tetap memaksakan, karena itu rawan sekali microsleep,” pesannya. Ia menegaskan bahwa keselamatan adalah prioritas utama dalam setiap operasi lalu lintas.
Tantangan dan Persiapan Korlantas Polri
Meski terdapat tantangan dalam menghadapi arus balik yang tinggi, Korlantas Polri telah melakukan persiapan matang. Dengan menggunakan teknologi informasi dan drone untuk memantau lalu lintas, korps ini berupaya memastikan kelancaran perjalanan. Selain itu, kerja sama dengan berbagai pihak seperti SPBU dan pengelola parkir juga dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur.
Upaya Korlantas dalam Meningkatkan Keamanan
Korlantas Polri juga berkomitmen untuk meningkatkan keamanan selama masa arus balik. Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah sosialisasi pajak melalui kerja sama dengan SPBU dan pengelola parkir. Selain itu, sistem pemberitahuan tilang e-TLE kini dikirim via WhatsApp, sehingga masyarakat lebih mudah mendapatkan informasi tentang pelanggaran lalu lintas.
Dengan langkah-langkah yang telah diambil, Korlantas Polri menunjukkan komitmennya dalam memastikan kelancaran dan keselamatan arus balik Lebaran 2026. Meskipun tantangan besar menghadang, upaya yang dilakukan menunjukkan bahwa pihak berwenang siap menghadapi situasi apapun dengan pendekatan yang proaktif dan berbasis teknologi.*

>
>
>

Saat ini belum ada komentar