Pertumbuhan Ekonomi Surabaya yang Mengesankan Tumbuh 5,87 Persen
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Perekonomian Kota Surabaya menunjukkan kinerja yang luar biasa pada tahun 2025. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya, pertumbuhan ekonomi kota mencapai 5,87 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 5,76 persen. Angka ini tidak hanya mengungguli pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur yang sebesar 5,33 persen, tetapi juga melampaui capaian nasional yang sebesar 5,11 persen.
Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Surabaya pada 2025 tercatat mencapai Rp 830,54 triliun atas dasar harga berlaku (ADHB) dan Rp 513,94 triliun atas dasar harga konstan (ADHK). Data ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi Surabaya tetap tumbuh positif meskipun menghadapi dinamika ekonomi nasional serta ketidakpastian global.
Strategi Pemerintah Kota untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan bahwa capaian tersebut mencerminkan ketahanan ekonomi kota yang didukung oleh berbagai sektor usaha dan partisipasi masyarakat. Ia menjelaskan bahwa fondasi ekonomi Kota Surabaya cukup kuat dan ke depan, Pemkot akan mendorong penguatan ekonomi lokal melalui pengembangan ekonomi kreatif, pemberdayaan generasi muda, serta pengembangan destinasi wisata perkotaan.
“Fondasi ekonomi Kota Surabaya cukup kuat. Ke depan, Pemkot akan mendorong penguatan ekonomi lokal melalui pengembangan ekonomi kreatif, pemberdayaan generasi muda, serta pengembangan destinasi wisata perkotaan,” ujar Eri dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa (17/3/2026).
Struktur Ekonomi yang Kuat dan Dinamis
Dari sisi struktur ekonomi, sektor perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor masih mendominasi dengan kontribusi 26,97 persen. Disusul industri pengolahan sebesar 19,59 persen dan penyediaan akomodasi serta makan minum sebesar 16,71 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,40 persen dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) mencapai 6,41 persen, menunjukkan meningkatnya peran investasi dalam mendorong ekonomi kota.
Langkah Konkret untuk Meningkatkan Ekonomi Kreatif
Kepala Bappeda Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad menyatakan, Pemkot Surabaya akan terus memperkuat program pembangunan ekonomi untuk menjaga momentum pertumbuhan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyusun database pelaku ekonomi kreatif sebagai dasar kebijakan dan penguatan jejaring usaha. Selain itu, Pemkot juga mendorong pemberdayaan generasi muda melalui program dukungan kegiatan pemuda sebesar Rp 5 juta per RW.
“Program ini diharapkan menjadi stimulus bagi anak muda untuk mengembangkan kegiatan kreatif, kewirausahaan, dan aktivitas produktif di lingkungan kampung,” ujar Irvan.
Pengembangan Wisata Perkotaan yang Inovatif
Di sektor pariwisata, Pemkot Surabaya memperkuat pengembangan wisata perkotaan melalui penataan kawasan strategis, termasuk eks Taman Hiburan Rakyat (THR) sebagai ruang ekonomi kreatif berbasis seni, budaya, dan kuliner. Pengembangan kampung tematik, urban tourism, serta Kampung Pancasila juga terus didorong sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis komunitas.
Sinergi untuk Pertumbuhan yang Inklusif dan Berkelanjutan
Pemkot optimistis sinergi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat dapat menjaga pertumbuhan ekonomi secara inklusif dan berkelanjutan. Dengan kolaborasi yang kuat, Surabaya siap menjadi contoh kota yang mampu menghadapi tantangan ekonomi global sambil tetap menjaga pertumbuhan yang stabil dan berkelanjutan.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar