Persebaya Surabaya Hadapi Tantangan Serius Akibat Cedera Pemain
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 8 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Persebaya Surabaya, salah satu klub sepak bola ternama di Jawa Timur, tengah menghadapi tantangan besar dalam kompetisi Super League 2025/2026. Masalah utama yang dihadapi adalah jumlah pemain yang terus-menerus mengalami cedera. Hal ini menjadi hambatan serius bagi performa tim yang sedang berusaha bangkit dan menunjukkan peningkatan konsistensi.
Cedera Pemain Mengganggu Konsistensi Tim
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, menyampaikan bahwa cedera pemain menjadi masalah terbesar yang memengaruhi stabilitas tim dalam dua setengah bulan terakhir. Menurutnya, tidak masuk akal bagi sebuah klub untuk merekrut pemain hanya untuk kemudian mereka lebih banyak cedera daripada membantu tim di lapangan.
“Karena tidak masuk akal bagi klub untuk merekrut pemain dan kemudian pemain tersebut lebih banyak cedera daripada membantu tim di lapangan,” ujarnya seusai sesi latihan di Stadion Gelora Bung Tomo.
Tavares menilai bahwa tanpa penanganan serius, Persebaya akan kesulitan menjaga performa yang stabil. Ia mulai mendorong perubahan sistem dengan melibatkan tim medis dan manajemen klub.
Langkah Pencegahan Cedera yang Lebih Baik
Untuk mengatasi masalah ini, Tavares mengusulkan penguatan sistem pencegahan cedera. Langkah-langkah yang ditempuh mencakup pembenahan fasilitas, metode pemulihan, serta perawatan seperti terapi, pijat, dan penggunaan es. Ia juga mengatakan bahwa sudah ada diskusi dengan departemen medis dan dewan klub untuk meningkatkan cara kerja agar musim depan menjadi lebih baik.
“Sudah ada diskusi dengan departemen medis dan juga dengan dewan untuk meningkatkan cara kerja kami agar musim depan menjadi tim yang lebih baik,” kata Tavares.
Faktor Mental Pemain Juga Diperhatikan
Selain aspek fisik, Tavares juga menyoroti pentingnya kondisi mental pemain. Kekalahan telak dari Borneo FC dengan skor 5-1 menjadi pukulan berat bagi tim. Ia merasa sangat buruk atas kekalahan tersebut dan menilai bahwa evaluasi mendalam harus dilakukan agar pemain bisa kembali percaya diri.
“Kalah dengan skor 5-1 bukanlah hal mudah. Saya merasa sangat buruk,” ungkapnya.
Ia mengajak seluruh tim untuk melihat tayangan pertandingan dan membedah kesalahan secara detail. “Kadang bukan hanya soal umpan atau posisi, tetapi soal mentalitas,” sambungnya.
Strategi Permainan yang Lebih Kuat
Tavares juga menekankan pentingnya intensitas dan kecepatan dalam permainan. Persebaya harus mampu memenangkan duel di setiap lini jika ingin bersaing. Transisi permainan juga menjadi perhatian utama. Gol-gol yang terjadi saat melawan Borneo FC sebenarnya sudah diprediksi sebelumnya.
Dengan langkah-langkah pencegahan cedera yang lebih baik dan peningkatan kualitas mental pemain, Persebaya Surabaya berharap bisa menunjukkan performa yang lebih konsisten dan kuat di musim ini. Pelatih asal Portugal itu yakin bahwa dengan kerja sama yang baik antara tim medis, manajemen, dan pemain, klub dapat melewati tantangan ini dan kembali bersaing di level nasional.***
- Penulis: Diagram Kota

>
>
>

Saat ini belum ada komentar