Peristiwa Penyerangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS di Jakarta
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 4 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Seorang aktivis HAM ternama, Andrie Yunus, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), mengalami serangan air keras yang menimbulkan luka serius. Kejadian ini terjadi pada malam hari setelah ia selesai melakukan perekaman podcast di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI). Serangan tersebut tidak hanya menyebabkan luka bakar 24% pada tubuh korban, tetapi juga memicu kekhawatiran akan ancaman terhadap pembela HAM di Indonesia.
Pelaku dan Modus Operasi
Berdasarkan informasi dari Badan Pekerja KontraS, dua orang pelaku menggunakan kendaraan roda dua untuk melakukan aksi tersebut. Salah satu dari mereka, yang diduga sebagai pengemudi, mengenakan kaos kombinasi putih-biru dan helm hitam. Sementara itu, pelaku kedua, yang berada di belakang, menggunakan masker hitam dan pakaian biru tua. Mereka mendekati korban secara melawan arah jalan dan menyiramkan cairan keras ke tubuhnya. Akibatnya, korban langsung jatuh dan menderita luka serius, terutama di area wajah, tangan, dan mata.
Kondisi Medis Korban
Andrie Yunus saat ini sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. Tim medis terdiri dari enam dokter dengan spesialisasi berbeda, termasuk ahli mata, THT, dan kulit. Dari hasil pemeriksaan awal, korban mengalami luka bakar yang cukup luas, sehingga diperlukan operasi mata untuk mengganti jaringan yang rusak. Proses pemulihan ini dipastikan akan memakan waktu cukup lama, mengingat tingkat kerusakan yang signifikan.
Reaksi dari Komunitas HAM
Ketua Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, mengecam tindakan tersebut sebagai upaya untuk membungkam suara kritis masyarakat. Ia menuntut agar aparat kepolisian segera melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan motif pelaku. “Peristiwa ini harus mendapat perhatian luas dari lembaga penegak hukum dan masyarakat sipil,” ujar Dimas. Ia juga menyoroti bahwa korban sebelumnya pernah mengalami ancaman dan intimidasi pasca-kegiatan protes terkait revisi UU TNI.
Konteks dan Isu yang Berkaitan
Serangan terhadap Andrie Yunus terjadi dalam konteks yang semakin memanas bagi aktivis HAM di Indonesia. Sebelumnya, korban sempat terlibat dalam sidang uji formil Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang Tentara Nasional Indonesia. Ia juga menjadi saksi dalam beberapa kasus besar yang berkaitan dengan pelanggaran HAM. Menurut KontraS, hal ini menunjukkan bahwa korban telah menjadi target karena aktivitasnya sebagai pembela HAM.
Tuntutan dan Harapan
Dalam rilis resmi, KontraS menuntut perlindungan yang lebih kuat bagi para pembela HAM, baik berdasarkan hukum nasional maupun internasional. Mereka juga meminta pihak berwenang untuk memberikan perlindungan tambahan kepada korban dan keluarganya. “Korban seharusnya memperoleh haknya untuk mendapatkan perlindungan,” tegas Dimas.
Upaya Investigasi dan Penyelidikan
Pihak kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan terkait kejadian ini. Mereka mencari bukti-bukti yang dapat membantu mengidentifikasi pelaku dan motif di balik serangan tersebut. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk memberikan informasi yang relevan guna mempercepat proses penyelidikan.
Perspektif Masyarakat
Kejadian ini memicu reaksi dari berbagai kalangan masyarakat, termasuk aktivis, pengamat hukum, dan organisasi HAM. Banyak dari mereka menilai bahwa tindakan tersebut merupakan ancaman terhadap kebebasan berekspresi dan kebebasan berpendapat. Mereka menuntut transparansi dan keadilan dalam penanganan kasus ini.
Selain investigasi, pihak KontraS juga berencana untuk mengajukan permohonan perlindungan darurat kepada lembaga internasional. Mereka percaya bahwa langkah-langkah ini diperlukan untuk memastikan keselamatan korban dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar