Peringatan Cuaca Ekstrem yang Masih Berlangsung di Wilayah Surabaya dan Sidoarjo
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Surabaya dan Sidoarjo masih berpotensi muncul hingga 10 Maret 2026. Hal ini disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda, yang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu. Pemantauan intensif terhadap perubahan iklim dan fenomena meteorologis penting dilakukan agar bisa segera mengambil tindakan antisipasi.
Faktor Penyebab Cuaca Ekstrem
Salah satu penyebab utama cuaca ekstrem di wilayah tersebut adalah proses pemanasan matahari yang semakin kuat pada siang hari. Kondisi ini memicu pembentukan awan hujan secara cepat, terutama di sore hingga malam hari. Awan konvektif, seperti awan cumulonimbus, sering kali menjadi pemicu hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang.
Prakirawan BMKG Juanda, Trya Chandra, menjelaskan bahwa kondisi atmosfer yang lembap selama musim hujan juga turut mempercepat pertumbuhan awan. “Ketika suhu permukaan laut hangat, pasokan uap air meningkat, sehingga membantu pembentukan awan hujan yang lebih intens,” katanya.
Pengaruh Gangguan Atmosfer
Selain faktor pemanasan matahari, gangguan atmosfer seperti pola angin konvergensi dan aktivitas gelombang atmosfer Madden-Julian Oscillation (MJO) juga berkontribusi pada kejadian cuaca ekstrem. MJO merupakan fenomena alam yang melibatkan pergerakan awan, hujan, angin, dan tekanan udara dari barat ke timur. Fenomena ini biasanya bermula dari Samudra Hindia, melewati Indonesia, lalu bergerak menuju Samudra Pasifik.
“Ketika fase aktif MJO berada di sekitar wilayah Indonesia, potensi hujan lebat dan cuaca ekstrem meningkat signifikan,” tambahnya. Dalam siklusnya, MJO dapat berlangsung antara 30 hingga 60 hari, sehingga disebut sebagai gangguan intramusiman.
Dampak Letak Geografis
Letak geografis Surabaya dan Sidoarjo yang dekat dengan Selat Madura turut memengaruhi kondisi cuaca. Suhu muka laut di kawasan tersebut masih relatif hangat, sehingga menyebabkan peningkatan pasokan uap air ke atmosfer. Hal ini mendukung pembentukan awan hujan yang lebih intens, sehingga potensi hujan lebat dan angin kencang tetap ada dalam beberapa hari ke depan.
Langkah Antisipasi yang Harus Dilakukan
BMKG Juanda mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan air, pohon tumbang, serta angin kencang. Masyarakat diminta untuk terus memantau informasi cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG melalui citra radar WOFI dan peringatan dini cuaca yang diperbarui secara berkala.
Selain itu, BMKG rutin memberikan prakiraan cuaca harian, peringatan dini tiga harian, serta informasi potensi cuaca ekstrem untuk dua hingga tiga jam ke depan melalui kanal resmi mereka. Informasi ini sangat penting agar masyarakat dapat mengambil langkah antisipasi lebih dini.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar