Pencairan THR untuk ASN, TNI/Polri, dan Pensiunan Dimulai
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 14 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah telah menyalurkan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, serta para pensiunan sejak awal bulan Februari 2026. Proses pencairan dilakukan secara bertahap sesuai dengan arahan dari pihak terkait.
Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, pencairan THR ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan dukungan kepada aparatur negara dan para pensiunan menjelang perayaan hari raya. “Pencairan THR dimulai sejak 26 Februari lalu dan diberikan kepada berbagai kelompok seperti PNS, CPNS, PPPK, Pejabat Negara, Prajurit TNI, Anggota Polri, serta para pensiunan,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta.
Airlangga menekankan bahwa THR yang diberikan mencakup berbagai komponen seperti gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, dan tunjangan jabatan. Seluruh komponen tersebut dibayarkan secara penuh sesuai dengan aturan yang berlaku.
Anggaran THR Meningkat Signifikan
Tahun ini, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 55 triliun untuk pencairan THR. Jumlah ini meningkat sebesar 10% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 49 triliun.
Dalam rinciannya, sebanyak Rp 22,2 triliun dialokasikan untuk 2,4 juta ASN Pusat, TNI, dan Polri. Sementara itu, untuk 4,3 juta ASN daerah, anggaran yang disiapkan mencapai Rp 20,2 triliun. Untuk para pensiunan, total anggaran yang disiapkan adalah sebesar Rp 12,7 triliun untuk 3,8 juta penerima.
Perbedaan THR dengan Gaji ke-13
Airlangga juga menegaskan bahwa THR tidak sama dengan gaji ke-13 yang biasanya diberikan pada bulan Juni. “THR ini merupakan bentuk dukungan khusus yang diberikan menjelang hari raya, sementara gaji ke-13 biasanya diberikan sebagai tambahan di akhir tahun,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa THR memiliki tujuan khusus untuk membantu masyarakat dalam mempersiapkan perayaan lebaran. Dengan demikian, penggunaan THR harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat, terutama dalam hal pengeluaran harian dan kebutuhan keluarga.
Kesiapan Pemerintah dalam Memastikan Pencairan Berjalan Lancar
Selain anggaran yang cukup besar, pemerintah juga telah memastikan proses pencairan berjalan lancar. Hal ini dilakukan melalui koordinasi antara berbagai instansi terkait, termasuk Kementerian Keuangan, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, serta institusi lain yang terlibat dalam sistem pemberian THR.
Masyarakat diimbau untuk memantau saldonya melalui aplikasi atau layanan resmi yang tersedia. Dengan adanya pencairan THR yang lebih cepat, diharapkan dapat memberikan manfaat langsung kepada para penerima, terutama dalam menghadapi momen liburan.
Reaksi dari Masyarakat
Banyak masyarakat mengapresiasi langkah pemerintah dalam menyalurkan THR secara lebih cepat. Beberapa di antaranya menyatakan bahwa pencairan THR sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan harian menjelang lebaran.
“THR yang cair lebih cepat membuat kami bisa merencanakan belanja dengan lebih baik,” ujar salah satu pegawai swasta yang turut menerima THR.
Meski begitu, beberapa masyarakat tetap meminta agar pencairan THR terus dipantau agar tidak ada kesalahan dalam pendistribusian.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar