Kondisi Kota Surabaya Lengang Saat Libur Lebaran 2026, Karena Mudik
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 11 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pada tahun 2026, sebagian besar penduduk Kota Surabaya, Jawa Timur, memilih untuk mudik saat perayaan Lebaran. Hal ini menyebabkan penurunan jumlah penduduk yang tinggal di kota tersebut hingga sepertiga dari populasi. Dampaknya terlihat jelas pada lalu lintas dan aktivitas sosial di kota tersebut.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk Surabaya pada tahun 2025 mencapai 3,008 juta jiwa. Angka ini turun 10.000 jiwa dibandingkan dengan tahun 2024. Penurunan ini terjadi setelah verifikasi data kependudukan sepanjang tahun lalu. Dari total populasi tersebut, diperkirakan sekitar 1 juta jiwa adalah warga yang melakukan mudik Lebaran 2026.
Peran Warga yang Tidak Mudik dalam Keamanan Lingkungan
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menekankan bahwa warga yang tidak mudik memiliki peran penting dalam menjaga keamanan lingkungan. Mereka diminta untuk menerapkan sistem keamanan keliling dan metode satu pintu (one gate). Metode ini dirasa efektif dalam memantau aktivitas warga dan mengurangi risiko kejahatan seperti pencurian atau perampokan.
Eri juga menyatakan bahwa pengalaman selama ini menunjukkan bahwa sekitar 30-35 persen penduduk Surabaya melakukan mudik. Sebagai salah satu kota metropolitan terbesar di Indonesia, Surabaya menjadi tujuan utama bagi para pendatang dari berbagai daerah.
Strategi Pemerintah dalam Mengamankan Kota Selama Libur Lebaran
Untuk memastikan keamanan selama libur Lebaran, pemerintah menginstruksikan pengurus RT dan RW untuk mendata warga yang mudik. Selain itu, mereka diminta berkoordinasi dengan aparatur terpadu di tingkat kelurahan dan kecamatan. Tujuannya adalah untuk menjaga lingkungan agar tetap aman meskipun banyak warga yang meninggalkan rumah.
Penerapan sistem keamanan keliling dan satu pintu menjadi strategi utama. Di kota besar seperti Surabaya, metode satu pintu sangat relevan karena kemampuan warga untuk membangun pos siskamling dan memasang palang di area tertentu.
Layanan Publik Tetap Berjalan Meski Banyak Warga Mudik
Meski mobilitas sosial menurun selama libur Lebaran, pemerintah tetap memastikan layanan publik berjalan normal. Layanan dari PLN, PDAM, rumah sakit, puskesmas, Dinas Pemadam Kebakaran dan Pertolongan, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah disiagakan 24 jam. Ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Pengelolaan Parkir Kendaraan Saat Mudik
Pihak Dinas Perhubungan Kota Surabaya menawarkan diskon tarif parkir bagi warga yang ingin menitipkan kendaraan selama masa mudik. Lokasi parkir yang tersedia antara lain Park and Ride Mayjend Sungkono, Adityawarman, Kertajaya, Kawasan Wisata Religi Sunan Ampel, Arif Rahman Hakim, Genteng Kali, dan Mal Pelayanan Publik SIOLA.
Untuk mobil atau kendaraan roda empat, tarif parkir diubah menjadi Rp 20.000 per malam dari sebelumnya Rp 40.000. Sementara itu, untuk sepeda motor dan kendaraan roda dua, tarif harian mendapat potongan 60 persen, menjadi Rp 10.000.
Penitipan Kendaraan di Kantor Polsek
Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya Komisaris Besar Luthfie Setiawan menyatakan bahwa 24 kantor polsek dapat digunakan sebagai tempat penitipan kendaraan secara gratis. Warga yang ingin menitipkan kendaraan harus membawa surat tanda nomor kendaraan, kartu tanda penduduk, dan mendokumentasikan kendaraan saat penyerahan kepada petugas.
Cara ini juga membantu petugas dalam memantau keamanan lingkungan, terutama rumah-rumah yang ditinggal mudik.
Pentingnya Koordinasi dalam Menjaga Keamanan
Dengan adanya koordinasi antara aparat TNI, Polri, pemerintah, dan pengurus RT/RW, diharapkan keamanan lingkungan tetap terjaga selama libur Lebaran. Warga yang tidak mudik diharapkan aktif dalam menjaga keamanan sekitar tempat tinggal mereka.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar