GP Ansor Jatim dan Konsulat Tiongkok Bahas Kolaborasi Strategis di Sektor Ekonomi dan Pendidikan
- account_circle Teguh Priyono
- calendar_month 1 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur menggelar pertemuan dengan perwakilan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Surabaya untuk membahas peluang kolaborasi strategis di sektor ekonomi dan pendidikan. Pertemuan tersebut berlangsung di sekretariat PW GP Ansor Jawa Timur dan menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara Indonesia dan Tiongkok melalui kerja sama di tingkat masyarakat.
Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, Musaffa Safril, menyampaikan bahwa organisasi kepemudaan memiliki peran penting dalam mendorong pembangunan ekonomi sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
Menurutnya, kerja sama antar negara tidak hanya harus bertumpu pada hubungan diplomatik pemerintah, tetapi juga perlu melibatkan organisasi masyarakat dan generasi muda sebagai penggerak di tingkat akar rumput.
“Kolaborasi di bidang pendidikan dan ekonomi menjadi langkah penting untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka peluang pembangunan ekonomi yang lebih inklusif,” ujarnya.
Musaffa menambahkan, jaringan kader Gerakan Pemuda Ansor yang tersebar hingga tingkat desa di berbagai wilayah Jawa Timur dapat menjadi kekuatan sosial dalam mendukung berbagai program pembangunan yang melibatkan masyarakat.
Dalam diskusi tersebut, kedua pihak membahas sejumlah sektor potensial kerja sama, antara lain pengembangan sumber daya manusia, program pendidikan dan pelatihan, pertanian modern, serta penguatan industri halal.
Sementara itu, Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Surabaya, Ye Su, menyatakan bahwa hubungan antara Indonesia dan Tiongkok tidak hanya berkembang melalui perdagangan dan investasi, tetapi juga melalui interaksi sosial antar masyarakat.
Menurutnya, kerja sama yang melibatkan komunitas dan organisasi masyarakat dapat memperkuat hubungan kedua negara dalam jangka panjang.
“Persahabatan antara Indonesia dan Tiongkok dibangun melalui kedekatan masyarakat. Hubungan sosial ini menjadi fondasi penting untuk memperkuat kerja sama di berbagai sektor,” katanya.
Selain sektor pendidikan, pembahasan juga mencakup peluang investasi di kawasan industri di Pasuruan dan Sidoarjo, terutama yang berkaitan dengan pengembangan industri halal dan sektor pertanian modern.
Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya menghadirkan investasi, tetapi juga mempercepat transfer teknologi serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.
Melalui dialog ini, PW GP Ansor Jawa Timur berharap kolaborasi antara organisasi masyarakat Indonesia dan komunitas Tiongkok dapat berkembang lebih luas,
terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, serta penguatan hubungan antar generasi muda kedua negara.(Dk/yud)
- Penulis: Teguh Priyono

>
>
>
