Capaian Pembangunan Jawa Timur Tahun 2025: Kinerja yang Menjanjikan dan Stabilitas Ekonomi
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Jawa Timur. Dalam penyampaiannya, ia menyoroti berbagai capaian pembangunan daerah yang dinilai optimal dan mencerminkan kinerja pemerintahan yang efektif.
Realisasi Kinerja RKPD yang Tinggi
Realisasi kinerja Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Jawa Timur pada tahun 2025 tercatat sebesar 98,33 persen dari total 4.021 indikator program dan kegiatan. Angka ini sedikit meningkat dibandingkan capaian tahun 2024 yang berada di level 98,25 persen. Khofifah menekankan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen pembangunan di Jawa Timur, termasuk pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Penghargaan dan Akreditasi yang Mengakui Kinerja
Selain capaian indikator, Pemprov Jatim juga meraih 133 penghargaan dari berbagai sektor sebagai bentuk pengakuan atas kinerja pembangunan daerah. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa upaya pemerintah dalam membangun Jawa Timur secara berkualitas dan berkelanjutan telah diakui oleh berbagai lembaga dan institusi.
Kinerja Keuangan yang Efektif dan Transparan
Dalam hal keuangan, pendapatan daerah terealisasi sebesar Rp29,88 triliun atau 104,65 persen dari target Rp28,55 triliun. Sementara realisasi belanja daerah mencapai Rp31,20 triliun atau 93,82 persen dari target Rp33,25 triliun. Hal ini menunjukkan pengelolaan keuangan daerah yang berjalan efektif, transparan, dan akuntabel.
Pertumbuhan Ekonomi yang Positif
Di tengah dinamika ekonomi global, kinerja ekonomi Jawa Timur tetap menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi 2025 tercatat sebesar 5,33 persen (c-to-c), melampaui target RKPD yang dipatok 4,80 hingga 5,20 persen. Kontribusi Jawa Timur terhadap perekonomian nasional juga signifikan, yakni sebesar 14,40 persen, serta 25,29 persen terhadap perekonomian Pulau Jawa.
Stabilitas Harga dan Daya Beli Masyarakat
Tingkat inflasi Jawa Timur sepanjang 2025 berada di angka 2,93 persen (year-on-year), masih dalam rentang sasaran nasional sebesar 2,5 ± 1 persen. Kondisi ini dinilai mencerminkan stabilitas harga serta daya beli masyarakat yang tetap terjaga.
Investasi dan Perdagangan yang Berkembang
Realisasi investasi di Jawa Timur mencapai Rp147,7 triliun atau tertinggi dalam enam tahun terakhir. Hal ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Jawa Timur tetap kuat. Selain itu, nilai ekspor meningkat 16,61 persen, didorong kinerja ekspor nonmigas. Pelaksanaan misi dagang dalam negeri sepanjang 2025 menghasilkan transaksi sebesar Rp16,31 triliun, melampaui capaian kumulatif periode 2019–2024.
Penurunan Kemiskinan dan Peningkatan Kesejahteraan
Angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 9,30 persen atau turun sekitar 89,53 ribu jiwa dibanding tahun sebelumnya. Dalam kurun 2020–2025, Jawa Timur bahkan menjadi provinsi dengan penurunan kemiskinan terbesar secara nasional, mencapai 781,68 ribu jiwa. Penurunan ini didukung oleh peningkatan status desa mandiri, dengan jumlah Desa Mandiri di Jawa Timur mencapai 4.716 desa atau sekitar 23 persen dari total nasional.
Indikator Sosial yang Menunjukkan Perbaikan
Rasio gini turun menjadi 0,359—terendah dalam enam tahun terakhir. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik menjadi 76,13, melampaui target RKPD. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 3,71 persen, lebih rendah dari rata-rata nasional. Indikator sosial lain seperti Indeks Kesalehan Sosial (IKS) sebesar 77,49 dan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) sebesar 73,43 juga menunjukkan tren positif.
Kualitas Pelayanan Publik yang Meningkat
Di sektor pelayanan publik, Jawa Timur mencatat skor 4,75 dari skala 5—tertinggi secara nasional, mencerminkan peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan. Gubernur Khofifah juga menyampaikan dukungan terhadap program prioritas nasional, termasuk pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Sekolah Rakyat (SR).
Kolaborasi yang Kuat untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Khofifah menyampaikan apresiasi kepada DPRD, Forkopimda, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, akademisi, serta media atas sinergi yang telah terbangun. Ia optimistis, dengan kolaborasi yang terus diperkuat, Jawa Timur akan semakin berperan strategis dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.***

>
>
>
>
Saat ini belum ada komentar