Sejarah Bersejarah di Olimpiade Musim Dingin 2026: Brasil Pertama Kali Meraih Emas
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 15 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pada Olimpiade Musim Dingin 2026, sejarah baru tercipta ketika atlet Brasil, Lucas Pinheiro Braathen, berhasil meraih medali emas pertama bagi kawasan Amerika Selatan dalam sejarah Olimpiade Musim Dingin. Peristiwa ini menjadi momen penting yang menandai perjalanan panjang Braathen sebagai atlet yang menghadapi berbagai tantangan sebelum akhirnya mencapai puncak kesuksesan.
Braathen, yang lahir di Oslo dari ayah Norwegia dan ibu Brasil, memilih untuk berlaga di bawah bendera Brasil setelah berselisih dengan federasi ski Norwegia. Ia menghabiskan masa kecilnya di Amerika Selatan setelah orang tuanya bercerai, dan kemudian tinggal di Norwegia. Meski demikian, ia tetap menjaga hubungan kuat dengan tanah air ibunya, Brasil.
Kemenangan yang Mengubah Sejarah
Dalam perlombaan giant slalom di Bormio, Braathen tampil luar biasa. Dengan waktu total 2 menit 25,00 detik, ia berhasil mengalahkan pesaing-pesaing terkuat, termasuk Marco Odermatt dari Swiss yang menjadi peraih medali perak. Odermatt, yang sebelumnya telah meraih medali perunggu dalam super-G dan perak dalam acara kombinasi, hanya tertinggal 0,58 detik dari Braathen.
Loic Meillard, rekan satu tim Odermatt, juga turut menyumbang medali perunggu, dengan selisih 1,17 detik dari juara. Ini adalah pertama kalinya seorang atlet dari Amerika Selatan meraih medali emas dalam Olimpiade Musim Dingin, sebuah pencapaian yang sangat berarti bagi negara-negara di kawasan tersebut.
Kehidupan dan Karier Braathen
Braathen, yang berusia 25 tahun, memiliki latar belakang unik. Ia tumbuh dengan berbicara dua bahasa, Norwegia dan Portugis, dan sering berkunjung ke Brasil sejak usia 11 tahun. Setelah berselisih dengan federasi ski Norwegia terkait hak sponsor, ia memutuskan untuk mundur dari kompetisi World Cup pada musim 2023-2024, sebelum kembali berlaga di bawah bendera Brasil pada Oktober 2024.
Selama masa kembalinya, Braathen telah meraih sembilan podium di World Cup, termasuk lima kali di giant slalom dan empat kali di slalom, serta satu kemenangan di slalom di Levi, Finlandia, pada November 2024. Pencapaian ini menunjukkan kemampuan dan dedikasinya sebagai atlet profesional.
Persaingan Sengit di Stelvio Course
Di lintasan Stelvio di Bormio, persaingan sangat ketat. Marco Schwarz, atlet Austria yang memiliki pengalaman luas, sempat memimpin hingga posisi delapan teratas. Namun, Atle Lie McGrath dari Norwegia berhasil mengambil alih posisi terdepan dalam tahap akhir perlombaan.
Stefan Brennsteiner, atlet Austria lainnya, gagal menggulingkan McGrath. Henrik Kristoffersen, mantan juara dunia giant slalom 2019, juga tidak mampu mengalahkan McGrath. Thomas Tumler dari Swiss, yang merupakan peraih medali perak world giant slalom, berhasil melewati McGrath dan mengambil alih posisi terdepan.
Akhirnya, Odermatt, yang berusaha meraih medali ketiganya dalam Olimpiade ini, memberikan lari yang luar biasa dan mengambil alih posisi terdepan. Namun, Braathen tetap tenang dan mempertahankan performanya, menghasilkan lari tercepat kedua yang cukup untuk meraih kemenangan.
Reaksi dan Harapan Masa Depan
Setelah lari yang membanggakan, Braathen tampak tak percaya dan menangis di garis finis. Ia mengangkat sepatu ski satu tangan ke atas sambil diberi tepuk tangan oleh penonton. Ia kemudian jatuh ke pelukan ayahnya, Bjorn, yang pasti bangga dengan prestasi putranya.
Braathen mengatakan bahwa hari itu adalah tentang dirinya sendiri dan kepercayaannya pada diri sendiri. “Saya berlari sesuai dengan intuisi dan hati saya hari ini, dan itulah yang membuat saya menjadi juara Olimpiade,” katanya.
Kesempatan untuk Masa Depan
Kemenangan ini bukan hanya menjadi kemenangan pribadi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda di seluruh Amerika Selatan. Braathen membuktikan bahwa dengan tekad dan kerja keras, siapa pun bisa mencapai hal-hal besar, terlepas dari latar belakang atau kondisi awal.***

>
>
>
Saat ini belum ada komentar