Proyek KRL Surabaya: Solusi Mobilitas dan Pengurangan Kemacetan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kereta Commuterline (ilustrasi)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Surabaya, kota terbesar di Jawa Timur, sedang bersiap untuk menghadapi transformasi besar dalam sistem transportasi. Setelah melalui berbagai tahapan studi kelayakan dan evaluasi, proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL) resmi dimulai. Proyek KRL Surabaya ini akan menjadi bagian penting dari upaya pemerintah daerah dan pusat dalam memperbaiki mobilitas masyarakat serta mengurangi kemacetan yang sering terjadi di wilayah tersebut.
Proyek SRRL direncanakan akan dimulai pada tahun 2027, dengan konstruksi dilaksanakan pada 2028. Dana yang dialokasikan mencapai US$ 250 juta atau sekitar Rp 4,1 triliun. Dengan anggaran tersebut, SRRL diharapkan menjadi tulang punggung konektivitas antara Gerbangkertosusila dan area sekitarnya, sekaligus mendorong pergeseran pola transportasi dari kendaraan pribadi ke transportasi rel listrik yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Rute dan Fasilitas yang Direncanakan
Pada tahap pertama, SRRL akan dibagi menjadi dua fase utama. Fase IA akan menghubungkan Stasiun Surabaya Gubeng dengan Stasiun Sidoarjo, dengan panjang jalur sekitar 27 kilometer. Sementara itu, fase IB akan menghubungkan Stasiun Gubeng dengan Pasar Turi. Kedua rute ini akan menggunakan jalur Kereta Rel Listrik (KRL), yang diharapkan dapat memberikan akses cepat dan nyaman bagi pengguna.
Selain itu, rencana pembangunan Depo Sidotopo juga telah disiapkan sebagai fasilitas pendukung. Depo ini akan menjadi tempat perawatan dan penyiapan kereta yang akan digunakan dalam operasional SRRL.
Peran Pemerintah Daerah dan Kementerian Perhubungan
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, SRRL merupakan proyek yang sangat kompleks, karena harus dikerjakan tanpa mengganggu operasi kereta api yang sudah ada.
“Ini sudah bukan wacana lagi. Semua akan dirancang detail baik kelistrikannya, melewati jembatan seperti apa, kemudian akan jadi dasar untuk ditenderkan ke konstruksinya,” ujarnya.
Emil juga menegaskan bahwa dana sebesar 230 juta Euro telah disiapkan dan siap digunakan. Proyek ini akan dikerjakan secara bersamaan dengan Jalur Ganda Sepanjang Wonokromo, yang juga akan dibangun oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA).
Impak Terhadap Masyarakat
Dengan adanya SRRL, diharapkan dapat menjadi solusi efektif untuk mengurangi kemacetan di Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo, khususnya pada jam-jam sibuk pagi dan sore hari. Selain itu, proyek ini juga akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan mempercepat waktu perjalanan dan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
Tantangan dan Persiapan Teknis
Meski proyek ini memiliki potensi besar, tantangan teknis tetap menjadi hal yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah integrasi SRRL dengan infrastruktur transportasi yang sudah ada. Selain itu, perencanaan kelistrikan dan struktur jembatan yang dilewati juga harus dipertimbangkan secara matang agar tidak mengganggu aktivitas lalu lintas.
Dengan langkah-langkah yang terencana dan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga keuangan internasional seperti KfW, SRRL diharapkan bisa segera beroperasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Jawa Timur.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar