Persiapan Menyambut Mudik Lebaran 2026 di Jawa Timur
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM –Â Jawa Timur telah mempersiapkan berbagai langkah untuk menghadapi arus mudik Lebaran 2026. Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur memprediksi sekitar 7,7 juta warga akan melakukan perjalanan pulang kampung selama masa angkutan Lebaran. Angka ini meningkat sekitar 5 persen dibanding tahun sebelumnya, menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah pemudik.
Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 17–18 Maret 2026, yang merupakan waktu paling sibuk bagi para pemudik. Untuk mendukung kelancaran perjalanan, pemerintah telah menyiapkan ribuan armada transportasi darat, laut, dan udara. Rinciannya meliputi 6.637 unit bus, 148 rangkaian kereta api, 302 unit pesawat, 55 kapal laut, dan 71 kapal penyeberangan. Selain itu, kendaraan pribadi juga menjadi bagian dari arus lalu lintas yang diperkirakan mencapai 251 kendaraan per hari di wilayah aglomerasi Surabaya Raya.
Transportasi Darat dan Udara Siap Mendukung Pemudik
Kementerian Perhubungan bersama Dishub Jawa Timur telah melakukan koordinasi lebih awal untuk memastikan kesiapan transportasi. Berbagai moda transportasi seperti kereta api, bus, dan pesawat udara akan menjadi pilihan utama bagi masyarakat. Dari total 7,7 juta pemudik, sekitar 2,92 juta menggunakan kereta api, 2,67 juta menggunakan bus, 1,23 juta menggunakan angkutan penyeberangan, 756 ribu menggunakan pesawat udara, dan 150 ribu menggunakan kapal laut.
Selain itu, sistem pengawasan lalu lintas juga diperkuat dengan penggunaan kamera Artificial Intelligence (AI) di perbatasan Jawa Tengah–Jawa Timur dan Bali–Jawa Timur. Data ini digunakan untuk memantau kepadatan kendaraan dan memberikan informasi akurat kepada pemudik.
Fokus pada Jalur Laut, Terutama Pelabuhan Jangkar Situbondo
Salah satu titik yang menjadi perhatian khusus adalah Pelabuhan Jangkar Situbondo. Pelabuhan tersebut diprediksi mengalami lonjakan penumpang karena adanya penutupan Pelabuhan Ketapang selama Hari Raya Nyepi. Gubernur Jawa Timur telah mengusulkan tambahan 3 kapal dengan kapasitas 250 orang per kapal. Dengan tambahan ini, kapasitas angkutan laut akan meningkat hingga 750 penumpang per hari.
Selain itu, akan ada program angkutan laut gratis sebanyak 6 kali pelayaran mulai 8 Maret 2026. Program ini bertujuan untuk membantu pemudik yang tidak memiliki akses ke transportasi laut. Total kapasitas angkutan laut gratis mencapai sekitar 3.000 orang.
Kesiapan Infrastruktur dan Pengaturan Lalu Lintas
Selain transportasi, infrastruktur jalan raya dan tol juga telah dipersiapkan dengan baik. Dishub Jawa Timur menyatakan bahwa data tol akan disinkronkan dengan Jasa Marga untuk memastikan kelancaran lalu lintas. Kendaraan yang masuk ke wilayah aglomerasi Surabaya Raya melalui jalan tol diperkirakan mencapai 251 kendaraan per hari, sedangkan kendaraan yang keluar diprediksi mencapai 33 kendaraan.
Penyesuaian Jadwal dan Pengawasan
Untuk menjaga keselamatan dan kelancaran, pihak berwenang juga melakukan penyesuaian jadwal angkutan dan pengawasan ketat. Misalnya, pelabuhan Ketapang akan ditutup selama Hari Raya Nyepi, yaitu tanggal 18–19 Maret 2026. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi dan budaya lokal.
Persiapan untuk mudik Lebaran 2026 di Jawa Timur telah dilakukan secara matang. Dari transportasi darat, laut, hingga udara, semua fasilitas telah disiapkan untuk memastikan kelancaran perjalanan. Dengan prediksi jumlah pemudik yang meningkat, pemerintah dan lembaga terkait terus berupaya untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar