Persebaya Surabaya: Strategi Taktis dan Kebiasaan Latihan yang Membentuk Keputusan Pelatih
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Persebaya Surabaya menghadapi tantangan besar dalam laga melawan Bhayangkara Presisi FC. Tim asuhan Bernardo Tavares harus berjuang keras meskipun tidak bisa menurunkan kekuatan terbaiknya. Dalam situasi ini, pelatih asal Portugal tersebut memutuskan untuk melakukan rotasi pemain, termasuk mengubah posisi Leo Lelis dari bek menjadi striker dadakan.
Alasan di Balik Pemilihan Leo Lelis sebagai Striker
Tavares memiliki alasan taktis yang kuat untuk memainkan Lelis sebagai penyerang. Menurutnya, pemain bertahan ini memiliki kemampuan unik dalam duel dengan kiper lawan. “Saya mendorong Leo Lelis menjadi striker dadakan karena dia salah satu pemain non striker yang bisa berduel dengan kiper lawan untuk mencetak gol,” ujarnya.
Pemilihan ini bukanlah tindakan spontan. Sebelum pertandingan, Tavares telah mencoba skema serupa selama latihan tim. “Skema itu sudah dicoba saat latihan, dan Lelis mencetak gol. Saya juga mengapresiasinya pada laga ini karena ia telah bekerja keras dan juga rela berkorban untuk mau dipasang sebagai penyerang dadakan,” tambahnya.
Performa Leo Lelis dalam Laga
Meski diberi kesempatan bermain sebagai striker, Lelis tidak memberikan kontribusi signifikan. Ia masuk pada menit 85 dan hanya memiliki satu kali unggul duel darat. Statistik Sofascore menunjukkan bahwa ia tidak melakukan tembakan sama sekali, termasuk shoot on goal. Hasilnya, Persebaya tetap kalah 1-2, dan Lelis mendapat rating 6,5.
Kondisi Pemain yang Tidak Full Team
Selain Lelis, Tavares juga memainkan beberapa pemain yang belum pulih sepenuhnya. Misalnya, Koko Ari dan Catur Pamungkas yang masih dalam proses pemulihan cedera. “Koko tidak bermain buruk, hanya saja ia baru pulih dari cedera berat. Koko belum memiliki stamina yang besar pada laga ini. Catur pun tidak ikut latihan dalam beberapa hari terakhir karena ia juga cedera,” jelas Tavares.
Evaluasi Permainan Tim
Meskipun kalah, Tavares mengapresiasi permainan tim, terutama babak kedua yang lebih mengalir. “Saya lebih suka permainan tim saya pada babak kedua yang terasa lebih hidup dan mengalir. Jadi saya rasa peningkatan performa di babak kedua lebih karena kekompakan tim untuk bermain lebih menyerang dan sikap mereka untuk berjuang lebih keras,” ujarnya.
Persiapan untuk Laga Mendatang
Persebaya akan menjalani laga tandang pada 21 Februari mendatang menghadapi Persijap Jepara. Untuk kembali ke tren positif di sisa musim ini, Green Force wajib menang dalam pertandingan ini.
Penyesuaian Strategi dan Kesiapan Tim
Dalam beberapa laga terakhir, Persebaya telah menunjukkan peningkatan dalam strategi permainan. Meski kalah dari Bhayangkara Presisi, ada harapan bahwa kekompakan tim akan membawa hasil yang lebih baik di laga-laga berikutnya. Tavares berharap para pemain dapat terus meningkatkan performa dan memperbaiki kekurangan yang ada.
Keputusan Tavares untuk memainkan Lelis sebagai striker dadakan menunjukkan fleksibilitas dan kreativitas dalam menghadapi situasi sulit. Meski tidak berhasil meraih kemenangan, langkah ini memberikan pelajaran penting tentang pentingnya adaptasi dalam permainan sepak bola. Dengan evaluasi yang tepat, Persebaya dapat memperbaiki diri dan kembali ke jalur kemenangan.***

>
>
>
Saat ini belum ada komentar