Perjalanan Sunderland dalam FA Cup: Kemenangan yang Penuh Kontroversi
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Sunderland berhasil mencapai babak kelima FA Cup untuk pertama kalinya sejak 2015 setelah meraih kemenangan tipis 1-0 atas Oxford United. Hasil ini diraih berkat gol tunggal Habib Diarra dari titik penalti, meskipun keputusan wasit mengundang perdebatan di antara para penggemar.
Pertandingan yang digelar di Kassam Stadium menjadi ujian berat bagi Sunderland, yang harus menghadapi lawan kuat dari Championship. Lapangan yang basah akibat hujan sebelumnya tidak menghalangi kedua tim untuk tampil maksimal. Namun, kemenangan Sunderland terasa lebih seperti kemenangan yang dipertahankan daripada kemenangan yang mudah.
Gol Penalti yang Mengubah Nasib Pertandingan
Gol yang menentukan pertandingan terjadi pada menit ke-33. Dennis Cirkin jatuh di dalam kotak penalti setelah dijatuhkan oleh Christ Makosso. Tanpa bantuan VAR, wasit Thomas Kirk langsung memberikan hadiah penalti. Diarra kemudian memanfaatkan kesempatan tersebut dengan tenang, melepaskan tendangan yang mengarah ke arah kiri gawang dan membuat Sunderland unggul 1-0.
Keputusan tersebut tidak sepenuhnya diterima oleh para pendukung Oxford, yang merasa bahwa wasit tidak adil. Sejumlah suporter lokal memberikan reaksi negatif terhadap keputusan tersebut, bahkan mengeluarkan teriakan ketika babak pertama berakhir.
Perlawanan Oxford yang Menyulitkan
Oxford United, yang saat ini menghadapi ancaman degradasi dari Championship, menunjukkan semangat luar biasa. Meski kalah, mereka mampu memperlihatkan permainan yang sangat kompetitif. Dalam beberapa menit terakhir, mereka hampir saja menyamakan skor, tetapi upaya-upaya mereka gagal karena penyelamatan yang baik dari kiper Robin Roefs.
Beberapa pemain Oxford seperti Trai Hume dan Romaine Mundle nyaris menciptakan peluang emas, tetapi gagal memanfaatkannya. Sementara itu, Sunderland harus bertahan melawan tekanan berkelanjutan dari tim tuan rumah hingga akhir pertandingan.
Sejarah yang Menginspirasi
Pertandingan ini memiliki makna tersendiri bagi Sunderland. Sebelumnya, mereka kalah 2-0 dari Oxford di ajang liga pada April 2024, yang menjadi awal dari lima kekalahan beruntun. Namun, empat minggu kemudian, mereka berhasil memenangkan final play-off di Wembley untuk kembali ke Premier League.
Kini, kemenangan atas Oxford membuktikan bahwa Sunderland telah bangkit dan siap menghadapi tantangan besar di FA Cup. Tim asuhan Regis Le Bris terus menunjukkan performa yang stabil, terlepas dari kontroversi yang muncul dalam pertandingan ini.
Meski kemenangan Sunderland dianggap kontroversial, hasil ini menjadi bukti bahwa mereka mampu bertahan dalam situasi sulit. Pertandingan melawan Oxford menunjukkan bahwa mereka memiliki mentalitas kuat dan kemampuan untuk mempertahankan kemenangan. Bagi para penggemar, ini adalah momen penting dalam perjalanan Sunderland di FA Cup 2026.***

>
>
>
Saat ini belum ada komentar