Pendaki Hilang di Kawah Ijen, Tim SAR Gabungan Lakukan Operasi Pencarian
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Seorang pendaki dilaporkan hilang saat melakukan aktivitas pendakian di kawasan Gunung Ijen, Banyuwangi. Kejadian ini terjadi setelah korban terpisah dari rombongan yang sedang mendaki. Peristiwa tersebut memicu operasi pencarian intensif oleh berbagai pihak terkait.
Latar Belakang Kejadian
Korban bernama Muhammad Dzikri Maulana, seorang warga Desa Tamansari, Kecamatan Licin. Dia bersama empat rekannya mulai mendaki sekitar pukul 02.00 WIB. Mereka mengambil jalur pendakian menuju puncak Kawah Ijen. Namun, saat tiba di puncak, korban tidak lagi terlihat bersama rombongan.
Hingga kini, tidak ada kabar lebih lanjut tentang keberadaan Dzikri. Pihak keluarga dan masyarakat setempat sempat melakukan pencarian awal di sekitar lokasi. Informasi mengenai kehilangan korban diterima dari unsur Potensi SAR sekitar pukul 20.05 WIB.
Rincian Operasi Pencarian
Berdasarkan laporan, korban diduga hilang pada pukul 08.30 WIB di jalur pendakian Kawah Ijen dengan koordinat 8°3’41.68″S 114°14’45.83″T. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi langsung bergerak menuju lokasi kejadian.
Tim tiba di lokasi sekitar pukul 21.54 WIB. Operasi SAR melibatkan tujuh personel rescue. Selain itu, tim gabungan juga mencakup BPBD Banyuwangi, Polsek Licin, Koramil Licin, KSDA Gunung Ijen, Banyuwangi SAR Independent, serta masyarakat setempat.
Tanggapan dari Pihak Berwenang
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, menyatakan bahwa pencarian akan dilakukan secara maksimal. Ia menekankan pentingnya keselamatan personel selama operasi berlangsung.
“Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan korban. Keselamatan anggota tim tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Faktor-faktor yang Memicu Kehilangan
Pendakian di kawasan Gunung Ijen sering kali dianggap sebagai aktivitas yang cukup berisiko. Jalur pendakian yang curam, cuaca yang bisa berubah secara tiba-tiba, serta kondisi medan yang tidak stabil dapat memengaruhi keselamatan para pendaki.
Selain itu, pengalaman pendaki yang kurang memadai juga bisa menjadi faktor risiko. Dalam kasus ini, korban terpisah dari rombongan, sehingga sulit untuk mengetahui arah perjalanan yang diambil.
Pengalaman Serupa Sebelumnya
Kejadian seperti ini bukanlah yang pertama kali terjadi di kawasan Gunung Ijen. Beberapa waktu lalu, tercatat adanya pendaki yang terjatuh atau tersesat akibat kondisi medan yang sulit.
Beberapa insiden lain juga terjadi, seperti pendaki yang terpeleset dan mengalami cedera, serta kejadian dimana pendaki perempuan dikepung monyet saat turun dari gunung.
Rekomendasi untuk Para Pendaki
Untuk menghindari kejadian serupa, para pendaki disarankan untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca, membawa perlengkapan pendakian yang memadai, serta tidak pernah meninggalkan rombongan tanpa memberi tahu orang lain.
Selain itu, penting bagi pendaki untuk mengikuti petunjuk jalur yang telah ditentukan dan menjaga komunikasi dengan rekan sekelompok.
Operasi pencarian terhadap Dzikri Maulana masih berlangsung. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan korban. Semoga korban dapat segera ditemukan dalam kondisi yang baik.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar