Minat Masyarakat Jawa Timur Terhadap Investasi Emas Mengalami Peningkatan Signifikan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Investasi emas kembali menjadi perhatian utama masyarakat, terutama di wilayah Jawa Timur. Hal ini didorong oleh berbagai faktor seperti kenaikan harga emas yang signifikan dan munculnya layanan digital dari industri perbankan. Layanan tersebut memungkinkan konsumen melakukan transaksi secara real time, praktis, dan dengan nilai investasi yang relatif kecil.
Peran Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam Menjaring Minat Masyarakat
Bank Syariah Indonesia (BSI), sebagai salah satu bank syariah terbesar di Indonesia, telah melihat peningkatan pesat dalam penjualan emas. Dalam wawancara dengan RCEO BSI Regional VIII Surabaya, Jajang Abdul Karim, ia menyatakan bahwa masyarakat Jawa Timur memiliki peminatan tinggi terhadap investasi emas. Dari 12 region BSI yang ada, Jawa Timur mampu menyumbang portofolio penjualan investasi emas hingga 25 persen.
“Angka 25 persen itu menunjukkan tingginya peminatan masyarakat Jawa Timur terhadap investasi emas di BSI,” ujar Jajang saat ditemui di sela BSI Fest Ramadhan 2026 yang dihelat di atrium Tunjungan Plaza (TP) 3 Surabaya, Kamis (19/2/2026).
Momentum Ramadan dan Strategi BSI untuk Tahun 2026
Bulan Ramadan menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk mencari produk BSI yang sedang booming, termasuk emas. Untuk itu, BSI menggelar BSI Fest Ramadhan 2026 yang dimulai di Surabaya. Dalam acara ini, bank syariah terbesar di Indonesia ini memasang target ambisius untuk tahun 2026.
Salah satu target utamanya adalah pertumbuhan penjualan emas yang ditarget naik tiga kali lipat. Langkah ini menyusul tren positif di tahun sebelumnya. BSI mencatat, secara nasional penjualan tahun 2025 mencapai 2 ton. “Target kami, secara nasional tahun ini bisa tumbuh tiga kali lipatnya. Bisa 6 ton,” tambah Jajang.
Perkembangan Harga Emas dan Tren Investasi
Tren harga emas yang terus meningkat menjadi alasan utama masyarakat untuk beralih ke investasi emas. Selain itu, adanya layanan digital yang memudahkan transaksi membuat investasi emas semakin menarik. Banyak konsumen kini lebih memilih investasi emas karena fleksibilitas dan potensi keuntungan yang stabil.
Dalam beberapa tahun terakhir, harga emas terus mengalami kenaikan. Bahkan, pada bulan Februari 2026, harga emas di Pegadaian turun hingga Rp 30.000 per gram, namun hal ini tidak mengurangi minat masyarakat terhadap investasi emas. Sebaliknya, harga yang fluktuatif justru menjadi peluang bagi investor untuk membeli emas pada waktu yang tepat.
Potensi Pertumbuhan Investasi Emas di Indonesia
Pengamat ekonomi menyebutkan bahwa investasi emas memiliki potensi besar dalam menghadapi ketidakstabilan pasar. Dengan adanya program-program yang mendukung investasi emas, seperti layanan digital dan promosi yang dilakukan oleh BSI, minat masyarakat terhadap emas akan terus berkembang.
Selain itu, BSI juga aktif dalam memperluas akses masyarakat terhadap investasi emas. Melalui inovasi dan strategi pemasaran yang tepat, BSI berupaya untuk menjadikan emas sebagai pilihan utama bagi masyarakat luas, terutama di wilayah Jawa Timur yang memiliki kontribusi signifikan terhadap penjualan emas nasional.
Investasi emas terus menarik perhatian masyarakat, terutama di Jawa Timur yang memberikan kontribusi besar terhadap penjualan emas di BSI. Dengan adanya layanan digital dan strategi pemasaran yang efektif, BSI berhasil meningkatkan minat masyarakat terhadap investasi emas. Tren ini diharapkan akan terus berkembang di masa depan, terutama dengan target peningkatan penjualan emas yang ambisius untuk tahun 2026.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar